Budaya Mantunu (Potong Kerbau/Babi dalam jumlah besar) di Toraja

Toraja sudah sangat terkenal dengan tradisi dan ritualnya. Dalam upacara-upacara adat tradisi toraja, jumlah babi dan kerbau yang dijadikan hewan kurban seringkali menjadi ajang untuk pamer kekayaan dan gengsi.

Akibatnya tradisi mantunu (Potong Kerbau/Babi dalam jumlah besar) dilakukan secara berlebihan, terkesan pemboroson dan sangat dipaksakan, serta pada akhirnya mengorbankan kepentingan-kepentingan lain yang seharusnya lebih diprioritaskan seperti pendidikan dan kesejahteraan.

Tradisi mantunu yang berawal dari kepercayaan tradisional leluhur suku toraja juga sering dianggap tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini bahkan cenderung bertentangan dengan agama yang dianut oleh kebanyakan masyarakat toraja yaitu Kristen, Katolik, dan Islam.

Bagaimana seharusnya seorang warga toraja atau keturunan Toraja menyikapi tradisi mantunu ini?

Comments

untuk gengsi

orang toraja sekarang ini kalau diperhatikan dari budaya mantunu yang semakin boros, hanya untuk gengsi dan menunjukkan kekayaan dan kemampuan untuk membiayai pesta secara berlebihan.

ini sudah tidak bisa dibenarkan lagi dan harus ada tindakan untuk merubah pola pikir pemborosan dan gengsi ini.

ada apa dgn anda? sbg warga

ada apa dgn anda? sbg warga toraja seharusx anda mendukung adat kita ini.
ini adalah adat kekayaan budaya indonesia seharusx anda bangga dgn hal itu.
toraja dikenal di dalam dan luar negri karna adatx ini.
okelah acara mantunu memang boros tp klo mereka masih mampu kenapa anda yg pusing? yang disayangkan emang ada beberapa orang yang pinjam uang kesana kemari hanya untuk membeli kerbau. anda anggap mantunu bertentangan dgn agama? trus apa yg dilakukan pendeta sbelum mantunu dimulai? baca mantra?? haha . . .
bukalah mata lebar2, anda perlu tahu adat ini sdh tdk ada lg campur tangan dari penganut aluk todolo.
sangat disayangkan jika ada ungkapan seperti diatas yg keluar dari mulut seorang warga toraja.

BUDAYA MANTUNU VS BUDAYA TORAJA

Saya sependapat dengan orang(Toraja atau non Toraja)yang mengatakan BUDAYA MANTUNU sudah menjurus pemborosan dan saya juga sependapat dengan orang yang mengatakan Adat Toraja(kebudayaan Toraja) dan Aluk Toraya(kepercayaan masyarakat Toraja) harus bisa dipertahankan sebagai kekayaan budaya disamping juga sebagai nilai sosial kekeluargaan orang Toraja yang sangat UNIK. Kedua pendapat tersebut bukanlah dilematis karena persoalannya bukanlah boleh atau tidak kita mempertahankan BUDAYA MANTUNU tetapi sebenarnya bagaimana mempertahankan budaya tersebut dalam konteks TIDAK BOROS. Saya berpendapat bahwa yang kita butuhkan sebenarnya adalah keterlibatan Pemerintah dalam hal ini Pemimpin2 Tertinggi Toraja(Bupati dan DPRD) untuk secara berani dan tegas mendefenisikan kembali ALUK TORAYA dan mengaturnya secara proporsional dan mengawal penerapannya dengan suatu payung hukum berupa PERDA(bukan hanya membuat Perda tentang pajak potong hewan yang sejauh ini kurang jelas penerapannya,he..he..!) PERDA ini harus dibuat dengan melibatkan masukan dan referensi dari Tokoh-tokoh Adat dalam Lembaga Masyarakat Adat dan Tokoh-tokoh semua agama termasuk Tokoh kepercayaan Aluk Toraya yang sebenarnya sudah lama ada. Putuskan bersama dan laksanakan secara konsisten bersama-sama. Bukankah kita semua taat pada Hukum termasuk kesepakatan kita dalam PERDA? . Bukankah UUD '45 juga melalui proses seperti itu dalam kehidupan bernegara, bahkan sampai sekarang..? Jadi PERDA itu juga dibuat untuk mengatur jalannya kehidupan berbudaya Toraja yang BAIK dan POSITIF. Jadi yang mau menjaga GENGSI sambil MEMPERTAHANKAN ADAT TORAJA bisa Setuju..!!!?

Pendapat Pribadi :)

Saya memiliki anggapan yang sama kalau budaya mantunu pada masa sekarang ini bisa dikatakan sebagai suatu pemborosan, mengapa upacara mantunu sangat sensitif dibanding dengan upacara adat lain semisal upacara rampanan kapa'(baca:pernikahan) hal tersebut karena upacara mantunu erat hubungannya dengan barang apa(baca:materil), imbasnya upacara mantunu lebih sensitif untuk diwacanakan atau diperbincangkan(pendapat saya pribadi hehe). Tapi saya juga tidak bisa serta merta memvonis bahwa mantunu adalah hal yang salah, kita juga harus menyadari bahwa dengan adanya upacara-upacara adat Toraya tersebut hal itu adalah salah satu upaya untuk tetap melestarikan budaya Toraya itu sendiri. Memang kalau kita melihat dari segi materi yang dikeluarkan bisa dikatakan agak berlebihan dan itu adalah fakta yang tidak bisa dipungkiri, tapi dibalik itu budaya Toraya juga tetap terpelihara walaupun nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak akan lagi sepenuhnya seperti pada masa-masa yang telah lalu saat nene'-nene' todolota hehe.. sesuai dengan perkembangan jaman, masyarakat yang makin modern, dan kemajuan teknologi informasi yang pasti akan mengubah suatu pola pikir yang baru, tergantung personal dan bagaimana menyikapinya. Kembali ke budaya mantunu, bukankah semuanya sudah ada aturan dan itung-itungannya (siapa yang berhak, berapa materi yang dikeluarkan, dan bagaimana hal itu dilakukan), dan juga dalam melakukan upacara mantunu keputusan diambil dari suatu pembicaraan yang bertahap dan demokratis dari pihak yang akan mengadakan upacara tersebut, yang akan menghasilkan suatu kasiturusan (baca:mufakat). Dan kalau misalnya orang yang mau/akan mengadakan upacara tersebut orang yang mampu dan memenuhi aturan, yaa kenapa tidak.. sah-sah saja.
Kalau misalnya ada yang mengatakan tujuan mantunu sudah melenceng dan hanya demi gengsi, itu terserah saja semua orang pasti memiliki tujuan yang berbeda-beda asalkan berjalan sesuai aturan mainnya aluk Toraya hehe..sah-sah saja, yang salah apabila telah melenceng dari aturan ada' yang ada.
Sekarang yang penting adalah bagaimana kita menyikapinya, budaya mantunu adalah budaya yang telah turun-temurun dan masih bertahan sampai tulisan ini ditulis :), yang jadi pertanyaan mengapa budaya tersebut bisa bertahan? tak lain dan tak bukan karena budaya tersebut masih dianggap sebagai budaya yang positif bagi masyarakat Toraya (hal itu menurut pendapat saya pribadi lagi hehe..). Mungkin hal positif yang bisa diambil dari budaya ini adalah adanya nilai-nlai mengeratkan kekerabatan, kekeluargaan, kegotong-royongan, serta persatuan dan kesatuan antara orang Toraya makanya budaya tersebut tetap bertahan. Dengan adanya upacara ini, keluarga-keluarga yang mengadakan upacara bisa saling mengenal dan mengkrabkan..(lagi-lagi itu menurut pendapat saya pribadi hehe)
Dibalik itu semua, budaya Toraya adalah budaya yang telah turun-temurun baik itu rambu tuka' atau rambu solo', telah mempengaruhi pola pikir dan tingkah laku orang yang terlibat di dalamnya. Terlepas dari persepsi positif dan negatifnya, budaya Toraya tidak bisa dipandang hanya dari aspek mantunu saja, masih banyak nilai-nilai yang lebih penting dan lebih utama dari sekedar budaya mantunu.
Bagi kita orang Toraya saat ini nilai "Sikamali' Siangga' Siangkaran" itulah yang perlu ditanamkan..

Padamoto..
Kikua kurre sumanga’na te allo melo totemo saba’ parayanna te kulla’ dimarassan.. :)

Mantunu sebagai budaya Toraja..

Saya sebagai orang toraja yang lahir diluar toraja, juga pada awalnya berpikir mantunu adalah budaya pemborosan..
Tetapi setelah dewasa dan mulai bergaul dengan pemikiran sesungguhnya terhadap budaya toraja, pemikiran mantunu adalah pemborosan mulai memudar dikepala saya....

Adat Toraja, tidak pernah menganjurkan orang mantunu yg boros.... Yang boros itu, ya oknum saja..
Seperti halnya anda ke kantor polisi untuk ngurus SIM dan disana anda ketemu polisi yg menawarkan anda untuk SIM tembak. Apakah bisa dikatakan ini adalah aturan dari institusi POLRI....?

Adat toraja, menganjurkan untuk mantunu semampunya saja.... Kalau ada yg bilang, karena mereka keturunan bangsawan dan harus diupacarakan dengan jumlah hewan kurban sekian, saran saya orang ini harus belajar adat toraja lebih dalam lagi....

Tentang yg mau buat perda mengenai budaya mantunu, menurut saya org itu tidak waras dan mesti ke psikiater....

Saya punya cita2 mau beli Bus Scania yang seharga 1.6M itu (menurut info sih... hehe), beberapa tahun setelahnya akhirnya saya dapat mengumpulkan uang tersebut, tapi tiba2 ada orang yang melarang saya, katanya itu pemborosan dan ada perdanya... lho..lho..Ini kan uang saya, bebas dong saya pergunakan asal tidak melanggar hukum...??!!

Dengan kata lain, kalau ada diantara orang toraja yg punya cita2 mau potong kerbau yang paling mahal untuk orang tua yg dicintainya kelak......, Apa mesti pemerintah turun tangan untuk hal seperti ini..? Urusan pemerintah itu banyak, bukan urus privacy orang...

Kalau tidak mau mantunu, ya diam aja seperti saya ini, (koment pun pake nama samaran hehe....). Kita ajar anak2 kita tentang budaya toraja yg benar, sehingga mereka bisa memilih yg baik untuk mereka...

Salama'

PS: Terbuka untuk dikoreksi

mantunu tarru'

mantunu tarru' buda?????
anggap saja bahwa mereka masih dapat bersykur dan memberi makan kepada orng banyak meskipun dalam keadaan duka "BERSYUKURLAH DALAM SEGALA HAL"

sangat jelas budaya mantunu

sangat jelas budaya mantunu bertentangan dengan agama kristen,jelas2 tertulis dalam Alkitab bhw korban sembelihan bagi orang mati adalah penyembahan berhala, kok bisa?...jawabannya sangat jelas :hewan tedong/bai yang dipotong pada upacara rambu solo/kematian dipercaya akan mengantar/kendaraaan bagi arwah si almarhum dalam perjalanan ke puya.budaya ini akan sangat susah dihilangkan karena aktor utamanya adalah gereja sendiri.

tedong birang

tappu' seng di pangallian tedong, mbai melo ke ya bangmo tu tedong birang ditunu atau sapi bangmo raka. He.he.

Sebanarnya ini budaya

Sebanarnya ini budaya bagus...

Dimana ketika keluarga/kerabat kita berduka, ada spontanitas dari hati yang paling dalam untuk membantu keluarga/kerabat kita tersebut. Nah karena dahulunya orang2 toraja memelihara ternak kerbau dan babi, maka ternak inilah yang di sembelih, untuk di konsumsi secara bersama2. Baik itu pihak yang berduka, dan pihak yang melayat. Rasa empati, turut berduka cita, dan ingin membantu tersimbol dalam mantunu.

Hal yang sama terjadi pada saat ada kerabat/keluarga kita yang menikah.

Akan tetapi, kadang2 kita sebagai orang toraja tidak memahami makna yang sebenarnya. Apalagi buat kita yang di kuasai roh "kapuji pujian", tendeng, borro, dan sebangsanya. Sehingga membuat makna dan nilai nilai dari budaya ini luntur...

Perhaps...but not at

Perhaps...but not at all...
Mungkin saudara terkasih jarang mengikuti seremonial ini. Sekarang syair ma'badong pun sudah menggunakan lagu2 rohani loh... :)

Dalami dulu

Persoalan mantunu bukan soal ya atau tidak, tapi soal "mengapa?" Kalau alasannya untuk show aja, apalagi kalau dibangun di atas pilar "corrupt" (dalam arti luas, bukan hanya korupsi) maka jawabnya: NO.
Kalau alasannya mendasar dan membawa kemaslahatan bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang 'kecil, MONGGO.
So, yang utama dalam upacara ini adalah SIPOPA'DI',bukan SIPA'DIRAN.

Seandainya upacara mantanu

Seandainya upacara mantanu ini diadakan secara sederhana, tanpa gengsi, bukan untuk ajang pamer maka:
1. Para orang tua lebih menikmati hidup mereka karena uang untuk mantanu tidak perlu diada-adakan dan bisa diberikan kepada orang tua semasa masih hidup dan sehat. Karena sebesar apapun acara kematian itu diadakan, siap yang menikmati? Yang masih hidup.... dan yang sudah mati tidak akan pernah tahu. Mengapa kita tidak mengadakan upacara syukuran apakah untuk Ulang tahun, kumpul keluarga, keberhasilan,dll. dengan acara potong kerbau, potong babi saat mereka masih hidup saja?
2. Alangkah maju dan kayanya daerah Toraja itu..... seandainya uang untuk mantanu ini diinvestasikan di sini. Ada banyak sumber usaha yang dibuka sehingga orang-orang Toraja tidak perlu merantau untuk "membangun daerah orang-orang lain tetapi membangun daerahnya sendiri.
3. Tidak banyak orang putus sekolah..... karena orang tua lebih memilih membayarkan "hutang" mantanu daripada menyekolahkan anak....

menurut pengamatan saya,

menurut pengamatan saya, telah banyak pergeseran nilai dari budaya tersebut (mantunu). suatu sisi memang ada juga benarnya jikalau kawan-kawan mengatakan bahwa hal itu meningkatkan gizi anak-anak, dan juga orang dewasa.Namun, pada pihak lain, kadang hal itu menjadi bumerang bagi "yang tidak punya". hal ini berujung pada "harga diri"...
kalau kita kembali ke makna yang sebenarnya, mantunu (tonna linonapa nene'), menggambarkan eratnya kekeluargaan, namun sekarang rupanya berujung pada "lihatlah saya".........TABE',,,,

budaya yg di adopsi dari agama kepercayaan nenek moyang/leluhur

Sudah tdk jaman lg....budaya yg di adopsi dr agama kepercayaan nenek moyang/leluhur....

hahahahahahaha...bilang aja

hahahahahahaha...bilang aja kalau gk mampu bro......

ke ma'pakenaki'......

ke ma'pakenaki'......

Yang Jelas Budaya Mantunu

Yang Jelas Budaya Mantunu sangat bertentangan dengan AGAMA.. mengadu kerbau kan tidak boleh. Berapa banyak perempuan toraja yg kerja di lembah hitam dalam negeri dan luar negeri karena tekanan dari kampung,,,
Lihat pembngunan di Toraja dari jaman belada sampai sekarang begitu2 aja,,,,, di daerah lain anak cucu diwariskan pendikan, kesejahteraan dan harta warisan, tapi masyarakt toraja mewariskan utang kepada anak bahkan cucu nya yg belum lahir seklipun...

tidak apa2 kan uang

tidak apa2 kan uang banyak......bangun tongkonan dan potong kerbau cepat ya? cuma heraan bangun gereja harus ngemiss ke orang toraja didaerah lain

Tergantung Bro, kalau

Tergantung Bro, kalau mantunu dengan niat untuk keselamatan yang meninggal itu bertentangan dengan Agama, tapi kalau mantunu untuk dimakan, disumbangkan ke rumah ibadah, dibagi-bagi ke masyarakat itu namanya berbagi kasih atas berkat.Buka mata Bro melihat perkembangan orang Toraja, kalau persoalan jadi PSK itu bukan orang Toraja saja suku lain juga, itu oknum Bro,Saya mau tanya Bro SDM di Sulawesi Selatan yang berpendidikan S1 s/d S3 bahkan Prof. Suku apa yang terbanyak, Pemakai semen untuk membangun di SuSel setelah Makassar , Toraja Bro, Harga Tanah termahal selain Makssar , Toraja Bro sampai 6 juta per meter , Perlu Bro teliti mengapa orang Toaja merantau, kerja keras akhirnya sukses karenae efek budaya mantunu, Adat Mantunu orang Toraja tidak ada yang paksakan, tergantung kemampuan, jadi sisi negatif memang ada yang kena dampak mantunu kalau ia tidak bisa mengendalikan emosi ( mau dibilang ) , kalau tdk mampu seperti saya, yach apa yang ada itu yang saya buat tanpa harus dipaksakan ( meminjam ) tapi kalau saya berlebihan kenapa tidak sebagai tanda syukur kepad Tuhan dan menunjukkan kepada sesama bahwa hal ini terjadi karena Berkat Tuhan . Urusan Mantunu urusan pribadi masing-masing.
Kesimpulan saya budaya mantunu hingga saat ini saya melihat lebih banyak efek postifnya dibandingkan efek negatifnya, suku lain tidak punya budaya mantunu tapi SDMnya jauh dibawah orang toraja , kemanjuannya jauh di bawah orang Toraja. Saya bangga jadi Orang Toraja dan punya adat Toraja .

untuk diketahui, sekarang

untuk diketahui, sekarang ini jumlah kerbau yg disembelih sudah terlampau banyak, jika dibandingkan dengan aturan yang sebenarnya. maka sebenarnya tradisi pemotongan kerbau tidak apa2, asalkan tidak dipaksakan dan sesuai kemampuan :)

Mangka Mantunu Tedong.Temme'

Mangka Mantunu Tedong.Temme' ulu pekkiri' indan dipake baya' alli tedong.bua'raka, na lamasiri'ki' ketae' ta mantunu tedong duka.moi umpopembalimiki' apa tae'(mangngindan dikka'). La'biran tang kumande sia tang massikolah tu pea assalan ti lendok tu siri'ta (mantunu tedong duka siana')saba' napetawaiki tau ke misa'ki to tana' bulawan anta tae' lamantunu tedong

Mantunu

Ketika msh sma kepada nenek saya janjikan kelak ketika nek maninggal akan sy potongkan kerbau 1 biji... Dia hanya menahan senyumnya namum nampak sangat bahagia katanya pdku,,, Na massikola poko ampo...
Matuttu'ko den upa'mu manarang...
Dari sini baru sebatas wacana tapi sdh ada pesan moral yg konstruktif. Kiranya sisi positif dr budaya mantunu tdk di pandang sebelah mata.. bersambung

sesuikan kemampuan

inang sengak iya tu to sengak inang lain iayatu lain to tilulun rante naola maakti tombang napolalan, inang sakburan alukna nenek todolona pangaragnna bulaan pura dibasse disapu rara lan lontarakna adak rambu solok anna tontong merambu maruru mak bau busarunggu pangden kalle-kalleanna kendek tontong merambu makpalulangan saelakona . amin

eh eh hhh batik to umpanampu padang-padang marendeng lan tondok tiranda-randa lelena tibaen paktodinganna toraya malakbik tungkasanganna

eh budamo tau namangkai te kada ya teh ladiapari tu mantunu ke baga kik sia kalalak ki, ladiapa dukari tu yanan ke ponnomi na taek nakandei tau bisaki nakarokdai iyaraka na sunggakta natumang kada nenek kada balok pura di basse..... madatu.... saelakona....

iya ria siuluk sangtorayan pasisoyanni soyanmi pasitanni pabelammi dak mi parukui ke magasai angkaranni ke mibelai siai

sabak masirikki tu toraya ke mantunuki to temo na mapparrik masiang
masirik dukaki tu sugik ke denni na tangdikande sangadik gaya nakua to sumalong he hhhh .... spartakus

inang tiranda lelena tu tondokta belanna adakna saleko,balian,puduk,sambao sia assalan dak taposanganggi belanna masirikki ke tunnuki saleko totemo ta male mak bembe masiang (seppa dalammanno tu torro) ta metaaa..aaaa

kusanga mariang solana nasang to lee siuluk

inang tang silandik tangsitiro ke misak nilai jaman modern na misak nilai ekonomi na misak nilai sejarah.

#jadi baik bagi kaum bangsawan yang ada dan masih kaya kalau dia melangengkan adat tanatoraja, tangmalaambek duka to tosugik ke lakbimi tu yananna na porrokan mantunu tiada guna kaya tapi kikir ini sesuai agama mana saja

#tetapi keliru bagi orang tidak mampu kalau memaksakan diri akhirnya sangangg satama-tamanna kenapelalanni tu to kapua to sugi lan toraya

eh eh ini baru versi spartakus

"kurre-kurre sumangakna langan puang lan batara layuk makaraengna suruga malakbi tungkasanganna ke tamaitangakta solanasang"

tosenga'na toraya tolaenna

tosenga'na toraya tolaenna to lino?
TOSENGA'-TOLAEN-TORAYA-TOLINO?
''INANG SENGA' IYAKE TO SENGA'-SENGA' ".INANG LAEN IYAKE TO MAKALAEN-LAEN!!!/?????
APA DENRAKAPALE' TU TAU DISANGAMO TO SENGA'?
IYANA DENKI KUMUA DEN TU TAU DISANGA TO SENGA'
TAE'SIARAKA NA SENGA'NAMO TU TASANGA TAU?
TANGNGIAMORAKA IYA TORRO TOLINO TU TA SANGA TAU?
TAE'SIARAKA NA PA'BARANG-BARANGANMO TONGKONAN,BULAWAN,SAENG,TEDONG,BAI,TUNUAN,NA SENGA'-SENGA'NAPA TO TU TA SANGAMO TAU?
ANNA LADENMO IYA TU TAU LADISANGA TO SENGA'?
TAEKSIARA NA TO SENGA'-SENGA'BANGRI?
SIA TO LAEN?
TAEKSIARAKA NA TO MAKALAEN-LAEN BANGRI?
IYANA PA'BARANG-BARANGANMO TU LADIPONPEDADI TAU
IYAMO TU DISANGA TO SENGA' SIA TO LAEN
TAE'MO ANGGA'NA TU TORRO TOLINO KESUSIMO TO TU KARANGAN PA'INAWANTA.
EH, SIULU' KABORO'KU....TAKILALAI IYA MASSOLA NASANG TUPEPASAN BALO' DIOMAI PUANG TOTUMAMPATA KUMUA:
"INANG LENDU' IYA KEANGGA'NA TU KITA TO TORRO LINO....".
NA IYA TU DISANGA PA'BARANG-BARANGAN,KITA RI TU TORRO TOLINO TU USSANGAI ANNA DEN ANGGA'NA(KEANGGA').
DA'NA TIBALIKMO TU PA'TANGNGARANTA :PA'BARANG-BARANGANMO TU LA USSANGAIKI TU TORRO TO LINO NAMANE LAKEANGGA',
ANNA LADENMO TU TAU LA DISANGA TO SENGA' SIA TAU TO LAEN.
DA' TA SENGA'- SENGA',DA' TA MAKALAEN-LAEN.....???!!!!
........SATU JIWA DI SATU BUMI.......
denpasar,22072012

Tunui kita ke denni ki perapi to bittik

Aku setuju banget dengan to sugik mantunu "eh Tunui kita ki kandei tobittik"
iya tu tokassek naalaimara PUANGMATUA ke kassekki tu yananna
assalan dakmi po kalalak-i sia dak mipakei sombong lako Kami Solanasang

na...salolong-lolongnamora to Ui Masakke limbong lan mai Bambana Suruga tento Salu sakdan tanglamere-mere lako kamu to Ungkamaseikan.... To Bittik

demmo kita gaikmi disanga to sugik mipakandesiakan kita kande parraya tae na susi to kassek lantelino, sangadi gaya na Taek nadikande, Nakua solaku indek Mai ...BIBIR BALIUR SAJA....

Saudara dari Bapa Segala orang Percaya (BAPA-Abraham) yang kaya memberi kepada yang miskin namanya Korban saya juga dukung mereka karena memihak yang kecil bukan yang SUGI dan KIKIR buda REKENNA na lamate.. lanatampe tu iyananna torro lan te lino apamora gaikna sugik duku sangkara napomareko duka wele wele ....

Saya juga mau potong kalau ada Semoga saya di beri Rezki pasti Saya potong sesui kemampuan yang saya dapat pikul semoga saja ya aa a AMIN

to bittik

Tongan.....Tongannnnn.....Ton

Tongan.....Tongannnnn.....Tongan liu to' Sangmane, Iyari disanga Koment tu. Minda sangammi le,,,,,wkwkwkwkwkwkwkwkw,,,,,hahahahahaha''''''

HA HA HA >>>>POLITIK

HA HA HA >>>>POLITIK KURIN<<<

lontong dukako (gudek campuran)

ehh eh buda bukku lako lalan bukku kaundu undu budamo tau napasala undu.... kayu keruk lan pangalak buda rekenna kayu maruru kayu ballo kayu inang didakak, kayu keruk tanglasirandan banua tongkonan maballo sangadi lanaposangang,... inang sisala iya tu malolo na kerrukna

iyana melona ladipogau,... la morai narau-rau mariganna susi bulaan na tembaga..

nakua tembaga mariridukana nakua bulaan balinna .. Iya inang maririko sangmane tonganna ya .... mariribangri

apa ya tonna di ujimo nah ladilantikmo tu bulaan katandannmo tu tembaga na torro sengak tu mariri sala na dianna rarak tu bulaan massang saelakona..

induk sangtokdoan tangnasara, nakuami KURIN LONTONG iya tu haa,, lakbiraka bai ballang tangnasara natunu ondong kelangan-langanna

sangadi kada tipalape-lape tennto kilak lampiak lino marengko bila daoo palanduan napetari rambu marengko rambu kerruk tontong saelakona

eh to untaranak tondok lan lemona sangka pangleon maballo toraya malakbik tungkasanganna panakta meloi tu apa pura mo di basse lan tondok malakbikta

biarkan anjing mengonggong kafila berlalu

sparta

gampang itu anjing kalo

gampang itu anjing kalo ma'gonggong tayuss di TARKI aja na masuk kurin lotong....kafila male raka daka bu'ku' tu misanga le?????

Pengertian Budaya, Adat, Aluk

Kayaknya kita belum bisa membedakan dengan jelas apa pengertian budaya, adat, dan Aluk. Mari buka buku atao kamus aja dulu.
Soal budaya Toraja di buatkan PERDA sunggu sangat riskan!!!! aneh!!!

tunui kita kedensiai

tunui kita kedensiai nakiperapi to bitti"~~~buda pajak tama daerah utk pembangunan tondokta,buda duka sumbangan tama gereja,kumande perey pa"tondokan to mangura masannang menonton tedong silaga, buda duka wisatawan rampo,aparake natungga"i bangi tosugi" tu hartana saba"tae namantunu

peranatau jangan lupa diri

untuk posting tgl 09/04/2012 hari Rabu 18:37 Wita

ini perantau yang lupa diri kalik yeee .....
kalau sukses jangan lupa dong ingat tanah leluhurnya

dibantu dan dibangun sisanya untuk sosial seperti mantunu
biar berkatnya semakin ditambah karena rajin memberi

anda jadi saluran berkat karena tidak kikir seperti yang lain mau memberi tapi tanggung-tanggung dan dicerita itu tidak baik apalagi kalau rumahnya Tuhan .... sumbang aja dalam bentuk barang kalau uang rawan korupsi yaaa... yang kelola juga Manusia Tulen

salam sangtorayan

MEMANG PERLU DIRENUNGKAN DGN

MEMANG PERLU DIRENUNGKAN DGN BAIK, SEGI + DAN = SUATU ADAT, MANTUNU TEDONG LEBIH BANYAK - DARI +. ......KITA YG MUNGKIN TERPAKSA MANTUNU KRN HUTANG YA OKELAH BISA DIMAKLUMI KL TDK BAYAR KAN MALU, NAMUN KL ADA YG MANTUNU KRN INGIN "DIKENAL" SEBAIKNYA KITA PIKIR DULU..... JGN KTA JADI BATU SANDUNGAN BAGI SESAMA... MANTUNU TEDONG YANG DIUNTUNGKAN HANYA AMBE' TONDOK YANG MOHON MAAF BIASANYA MEREKA YG NGOMPORIN... INI FAKTA YG DGN BERAT HATI SY UNGKAPKAN..... KL MEMANG TUJUAN KITA UTK MENYUMBANG / SOSIAL SY KIRA CUKUP DGN POTONG B2 AJA..... TDK BEGITU MENYOLOK DAN TDK TERLALU MEMBERATKAN.... TKS DAN MHN MAAF KL ADA KEKELIRUAN...

mantunu adalah budaya orang

mantunu adalah budaya orang toraja, namun dalam acara pemakaman tidak mutlak harus potong kerbau, ada yang hanya potong babi ada yang hanya dibunyikan palungan bai' sekalipun mereka memiliki strata sosial yang tinggi, jadi jangan hal ini membuat kita gentar kalau ada orang tua atau saudara atau kerabat meninggal bahwa harus sapurandanan, saya pribadi sudah empat kali melakukan aluk sapurandanan tapi itu bukan merupkan parameter apapun namanya buat kami, kalau kelak hanya meninggalkan hutang buat kami semua itu harus dilakukan karena memang sudah tradisi keluarga kami kalau meninggal harus di badong. tapi kalau keadaan tidak memungkinkan kenapa harus malu, bukankah sebelumnya sudah pernah nenek kami di rapai, tapi mungkin hal ini yang membuat orang toraja giat mencari dan karena hal ini maka ekonomi di tana toraja juga bergerak dengan adanya uang masuk ke tana toraja yang sangat minus ini. para broker kerbau dan babi mendapat keuntungan yang mereka bawa kerumah untuk makan dan menyekolakan anaknya, sehingga akan tumbuh lagi kelak bintang bintang pantunu orang toraja alais to sugina toraya, seperti cerita al capone aja nih. he..he..likulambena wai golla

mbai kue'...minda nadai'ko

mbai kue'...minda nadai'ko to

Masalahnya sekarang...org

Masalahnya sekarang...org toraja terlalu borro...yg penting kaya banyak uang potong kerbau banyak2..meskipun org itu tdk tau diri..apakah pantas dgn status dia bisa mmotong kerbau banyak...tana' bulawan di Toraja sudah tdk jelas asal usulnya...masyarakat Toraja kan sudah punya aturan tersendiri..dan satu juga masyarakat Toraja yg terkenal dengan tendengNya(borronya) org rantepao..jujur sj...tdk ada tana' bulawan di rantepao..yg ada pa'barani..tana' bulawan yg sebenarbya dr daerah tallu lembangna..

Setuju banget dngan pendapat

Setuju banget dngan pendapat kamu :)
Satu lagi yg sy tdk mngrti dngn budaya Toraja skrng.Kenapa juga ada yg namanya Petua'? Napa org2x dtng mmbwkan utang kpda yg sdng brduka? Sy paling anti sm hutang,tp krn adanya hal sprti itu,sy jd punya hutang.

(Mengertikah kamu dngan ucapan Tuhan Jesus?)Biarkanlah orang yg sdh mati menguburkan dirinya sendiri!Tetapi kamu,ikutlah AKU

Mantunu Tedong

Dari kisah org2x yg sdh tua yg msh ada saat ini mncrtakan bahwa dulu acara mantunu bknlah seprti sekarang.Mantunu tedong jaman dulu tdk perlu sebnyk skrng.Dan itupun hanya untuk di makan bersama pada saat adanya upacara adat.Tdk ada yg memberi hutang dan juga yg terhutangi.Semua dilakukan secara brsama sama atas kerelaan hati dari masing2x orang yang hadir di upacara itu.Tidak ada pengharusan dan semuanya pun bahagia :)

Jadi kalau sekarang segalanya telah berubah,hal ini menjadi tanda tanya yang besar buat saya.Siapa pembuat ide mantunu dengan cara di jaman sekarang itu? Harus di selidiki itu!

Cerdiklah seperti ular,namun tuluslah seperti merpati!

Kalau pemerintah Toraja sih

Kalau pemerintah Toraja sih ya okay okay saja,yg penting bayar pajak! Semakin mahal harganya semakin tinggi pajaknya! Nah yg sy bingungkan,uang pajaknya dikemanain tuh? Jalanan di Toraja saja bnyk yg pada robek dan berlubang dan tdk dibenahi.SDM Toraja pun sangatlah minim! Org2x toraja pada merantau hanya mencari uang untuk di bakar di Toraja dan untuk membayar hutang dr akibat mantunu.Kalo pemerintah mau peduli,ya ciptakan saja lapangan kerja di Toraja dan tingkatkan SDM Toraja supaya Tana Toraja semakin maju dan orang orangnya pun tidak perlu lagi keluar untuk merantau.Kalau acara mantunu tedong saya masih tidak setuju dengan cara masyarakat Toraja jaman sekarang.

tunui kitaaaaa

Tanatoraja sudah terkenal dengan mantunu apakah itu ayam, babi, tedong
buat apa ribut untuk sekerat daging yng akan masuk ke toilet ini sungguh riskan kan orangnya yang potong dari hatinya buat apa kita ribut
toh kalau dia mau memberi dengan rela dan penuh kasih kan ada bekatnya asal jangan sombong saat selesai mantunu.

ini yang membuat daerah ini terkenal SEANTERO JAGAT RAYA kok ada yang tidak mau dengan alasan ini itu kan aneh ya aaa

orang lain juga potong cuma bukan orang toraja saja seperti suku dayak dikalimantan mereka tidak bersungut-sungut

bahkan saudara yang muslim dan kaya setiap tahun juga potong ternak baik kerbau atau sapi atau kambing

keliru semua kalau mempersoalkan budaya yang sudah terkenal sejagad mau dihilangi ini mungkin bukan orang toraja yang asal koment atau sudah campur sari.....kurang selaweh

ternak itu dipelihara di tanatoraja di sana juga ada putaran ekonomi kerakyatan seekor babi kalau beranak bisa satu lusin brooo jadi kalau dia potong satu itu Biasaa broo bukan LUAR BIASA KIKIRNYA

jadi kalau orang toraja piara babi atau tedong dan dia potong untuk dimakan lalu masuk toilet itu biasa bagi orang toraja yang memang adatnya demikian, dimana mantunu tidak dipaksa tapi sukarela sesuai kesangupannya di tiap keluarga

tunui terus kalau ada toh... manusia juga mati kok... ternak tidak boleh di potong dengan alibi ekonomi (saldo debet kredit) orang toraja itu suka daging asal jangan berlebih....

salam buat semua komunitas toraja di dunia maya

Baca buku "Reinterpretasi &

Baca buku "Reinterpretasi & Reaktualisasi Budaya Toraja" untuk solusi permasalahan di atas....

Saya tdk setuju kl sampai

Saya tdk setuju kl sampai harus potong kerbau secara berlebihan apalg kerbau yg harganya mencapai ratusan juta,kasihan mereka yg tdk mampu hny krn gengsi akhirnya hutang sana sini spy bs potong kerbau yg banyak.

Khusus utk para pedagang kerbau belang yg harganya ratusan juta, seharusnya harga kerbau tdk sampai segitu,pemerintah daerah seharusnya turun tangan spy hrg kerbau tdk sampai selangit. Pemda jgn cm tahu terima pajak tp pemda jg bs mencari kerbau2 belang contohnya sampai di NTT krn di sana cukup bnyk kerbau belang. Siapa tahu pemda berminat "impor" dr NTT sehingga hrg kerbau belang bs turun atau adakah pengusaha kaya yg mau buat usaha rekayasa genetika kerbau belang?

Jgnlah pesta berlebihan biarpun Anda adlh org kaya, gunakanlah harta itu utk membantu saudara yg krg mampu terutama di kampung sendiri.

TYM

BUDAYA ITU NENEK KITA..!

ehm...jadi begini...

mantunu menjadi tradisi dan kebudayaan yang melekat pada tana toraja dari dulu sampai sekarang...

singkatnya, bayangkan kalau tradisi kita ini hilang di hari kedepan...
BUDAYA suatu daerah ialah suatu simbol yaitu siapa diri kita, apa identitas kita, dan apa kah suku kita...inilah yang melambangkan kita sebagai manusia gunung!

BUDAYA adlah NENEK MOYANG....kalau kita melupakan tradisi itu, sama saja kita melupakan nenek kita di kampung...tidak kirim2 uang untuk nenek, tidak jenguk nenek dikampung, jadi ya....otomatis durhaka...jiakakakak..

Lagipula Budaya yang kita pertahankan ini sudah terkenal di beberapa negara,seperti burlgaria, italia, USA, belanda dan jepang...serius, saya jadi saksi...^^

Jadi marilah sebagai orang toraya' lestarikan lah apa yang leluhur kita tinggalkan, supaya di generasi kemudian juga melakukan hal yang serupa....jangan ditinggalkan...karena kalau ditinggalkan di kemudian hari, setiap tradisi dari makanan, tarian, sampai bahasa pun HILANG...CEPAT ATAU LAMBAT....

orang toraja tidak perna

orang toraja tidak perna merasa kalo mantunu adalah sebua pemborosan. knpa demikian...? karna ini adalah salah satu bentuk ungkapan cinta kasih kita kepada mendiang untuk yng terakhir kali.x.
lagian kalo memang kita orang toraja, seharus.x marih kita lestarikan acara ini. karna ini adalah sebuah cara untuk mmperkenalkan toraja di mata dunia.
.
bagi orang toraja, biar keturunan bangsawan asli tidak perna di paksa untuk memotong hewan dngan ktidak mampuan.x. tapi semampunya.
.. nakaua kada tomatua nakua..

tunui kita ke denni

Tunui kita ke denni te mai apa diallian tedong mui ma'ratu'na juta, sy pikir gk masalah!!! Yari na salah ke tae te mai apa ta lama' jago2i... mantunulah sesuai dgan kemampuan serta aturan ,, mangRAPAI'komi tu to pura nolai sapurandanan, da'omi ta katuru2 tu kita TO BULO DIAPA'....

24 ekor kerbau tonna nenek todolota rapasan sundun moto, kalau mampu bisa tambah lg kok ( ingat kalau MAMPU!!!!!!!! )

Untuk saudara herman yg katax dr tallu lembangna jgn ko asal bunyi itu org rantepao tdk semuanya borro sia kapujian, yari nabuda to r.pao mantunu tedong buda saba' barani sia pakulle sia tiro duka ya temai tana''/strata, jd mreka tdk asal potong tedong.. buaraka la susi tunuanna tomakaka na kaunanna.. aneh ko kau itu so'herman.. tae tandai ke kamu sau' tallu lembangna.

Terakhir untuk kau herman memang orang r.pao lbih brani mantunu TEDONG dr pd to 3 lembangna bkan krna kapujian seperti yg kau blg di atas.. ini fakta, silahkan bantah !!!

tunui lakoo

Potong saja

kalau kerbau habis di potong

apa yang akan dipotong ya aa a

ehhhh

Kebudayaan memang bagus

Kebudayaan memang bagus tetapi jika buat pamer tidak bagus