Diskusi buku Pragmatisme menjadi to sugi dan to kapua di Toraja

Sebuah buku tentang toraja karangan George Aditjondro berjudul Pragmatisme menjadi to sugi dan to kapua di Toraja kembali menjadi bahan diskusi di milis toraya.

Buku ini banyak membahas tentang motivasi dan alasan mengapa pejabat pemerintah dan pengusaha asal Toraja terlibat dalam bisnis taruhan dan perjudian yaitu porkas dan SDSB, kasus BULOG-GATE, tanker VLCC Pertamina, impor sapi australia, dan lain lagi.

Buku Pragmatisme menjadi to sugi dan to kapua di Toraja juga menelusuri peranan nilai-nilai adat toraja terhadap tindakan wakil bupati asal toraja di papua dan pengusaha kelapa sawit asal toraja di Sulawesi Tengah mengumpulkan kekayaan sebesar-besarnya di perantauan untuk ditanamkan di Toraja.

Ada banyak hal yang dikupas di buku ini. Bagaimana menurut pendapat saudara sangtorayan?

Comments

politik

buku ini ditulis dan diluncurkan dengan penuh muatan politis karena menjelang pemilukada di Toraja Utara, apalagi isi dalam buku ini banyak menyerang calon-calon tertentu yang akan bertarung di pemilukada toraja utara 2010 ini.

Sangat disayangkan penulis hebat seperti George Aditjondro bisa turut terseret dalam masalah percaturan politik di toraja, lalu menghasilkan tulisan yang sangat melukai hati masyarakat toraja kebanyakan.

Apa salahnya toraja di

Apa salahnya toraja di perantauan berusaha untuk sukses.
San salahkah jika seorang toraja di perantauan membantu sesamanya untuk juga bisa berhasil?
buku ini terlalu mengada-ada, informasi yang digali dalam buku juga tidak dalam, tidak akurat sama sekali.

Mungkin Tidak ada yang salah

Mungkin Tidak ada yang salah tapi sebagai orang Toraja seharusnya ini kita tanggapi dgn kepala dingin saja...gak ada salahnya orang Toraja jadi pengusaha atau jadi pejabat di negeri ini, yang perlu diwaspadai adalah jangan sampai kekayaannya diperoleh dengan cara tidak benar dan memang ada tendensi ke arah itu. Jika kita mau jujur melihat itu, ada sebagian orang Toraja (hanya sebagai pegawai negeri di daerah lain)tapi kelihatannya kekayaannya sangat melebihi golongannya, sangat terlihat jelas pada sekitar Desember "Natal Keluarga" sangat terkesan hanya sebagai ajang "existensi diri"...tirora'...jauh dari tujuan memuliakan Tuhan.

Info

Memang seharusnyalah kita bersyukur kepada Tuhan kalau ada yang berani menegur kita sang torayan lewat suatu buku. karena buku tersebutpun juga bukan sebagai penghakiman kan. kembali kita bercermin pada Firman Tuhan, segala yang baik, indah dilihat dan didengar. pikirkanlah semuanya itu.
dari beberapa kejadian upacara adat rambu solo' bukankah hampir semuanya pejabat pemerintahan atau PNS?...

Undangan diskusi Buku George J. Aditjondro di Makassar.

Kami, dari Active Society Institute (AcSI) kerjasama dengan Program studi Ilmu Politik Fisip Unhas dan Ininnawa akan melaksanakan diskusi dan launching buku ini pada tanggal 27 September 2010, pukul 08.00 - selesai.
Bertempat di ruang Syukur Abdullah FIS VIII lantai 2 FISIP-UNHAS.

Silahkan hadir. Tempat terbatas.

Pragmatisme menjadi to sugi dan to kapua di Toraja

terima kasih dan selamat kepada bapak George Aditjondro atas keberaniannya menulis buku Pragmatisme menjadi to sugi dan to kapua di Toraja yang telah membantu membuka borok dan bobrok kelakuan perantau asal toraja di tempat lain.
Semoga menjadi kritik yang membangun kepada semua perantau asal toraja di tempat-tempat lain di indonesia dan di luar negeri.

I LIKE IT

good job !

saya suka dengan syal pink yang anda kenakan :)

Berbesar hatilah untuk

Berbesar hatilah untuk menerima beberapa hal inti (spirit) yang benar dari buku tersebut. Ya, walaupun beberapa data sepertinya memang adlah faktor kebetulan yang terlalu dibesar2kan, misalnya tentang oligarki...

TULISAN GEORGE ADITJONDRO YANG PALING JUJUR

Sesuai subject diatas,maka secara pandangan umum tanggapan saya sbb :
1. George Aditjondro tertarik menulis buku To Sugi' dan To Kapuanna
Toraja,selain karena Toraja punya "nama besar" bukan hanya secara
Nasional bahkan sampai ke Mancanegara, juga karena seorang George
sejak zaman Soekarno s/d SBY sangat konsen dan konsisten mengamati
"sikap mental & perilaku orang Indonesia dalam mencari UANG/KEKAYAAN
( economic interest) .
2. Jika diprosentasikan, respeknya George terhadap orang Toraja
berbanding sikap antipati/sinisnya : 80 : 20.
Artinya ia dalam hati kecilnya "sangat bangga & KAGUM" dengan
keunikan salah satu suku bangsa ini yg tinggal di pengunungan sepi
disana ( Toraja )tetapi namanya begitu masyhur, orang2nya pintar2,
dan tanggu dalam berkompetisi di negeri orang serta kuat persekutuan
nya ( itu nilainya 80-an )
Tapi, tentu George juga tidak mau tidak jujur dan lalu menipu dirinya
sendiri dengan melihat sebegitu sempurnanya orang Toraja dan se-akan2
hidup tanpa cacat..? ( ini nilainya 20-an ).
3. Didorong oleh kekaguman peradaban orang Toraja disatu sisi, tetapi
juga harus jujur mengungkapkan apa adaya tentang kiprah sebagian
orang Toraja dalam mencari uang/mengumpulkan harta, maka tak pilihan
kecuali ia harus bersikap jujur-objektif dalam menuangkan tulisannya
dan hal wajar, positif. Dan karena itu kalau menurut pandangan saya
pribadi : George dalam hal ini tidak memposisikan diri sebagai
"kritikus", tetapi mengambil peran sebagai "pendidik" karena ingin
melihat Toraja yang Agung itu hanya "dikotori" 0,0-sekian persen saja
orang curang didalamnya.
Contoh : ulasanya tentang "Ekonomi Tedong". Dalam hal ini George
sangat kagum dengan pola siklus dalam ekonomi bisnis Tedong. Ia dengan
terang-terangan mengatakan, inilah suatu sistim ekonomi yg tidak
terpengaruh dengan "fluktuasi pasar". Karena sekalipun deman
(permitaan)kebutuhan akan Tedong begitu besarnya, tetapi harga bukan
ditentukan oleh Hukum Pasar ( Deman - Supplay )..? Harga Tedong
dipasaran Toraja, ditentukan terutama oleh Pa'tassere'Tedong
(pentaksir harga) berdasar "kelas" Tedong itu sendiri dan "kelas"
masyarakat yang penggunanya dalam acara Adat.
4. Siunu' sang Torayaan, jujur...saya juga pada awalnya "mis persepsi"
saat baru membaca Judulnya. Dalam hati sy hmm..ini George mulai
kurang2 kerjaan kali ya, maka dia mulai lagi cari gara2 di Toraja.
Tetapi setelah dengan tidak terburu-buru Bab demi Bab isi bukunya,
maka yang saya rasakan adalah : TULISAN YANG BERIMBANG alias JUJUR-
OBJEKTIF. Setiap hal yang ia sampaikan yang membutuhkan otentisitas,
maka ia juga sebutkan sumbernya disetiap pentupan kalimatnya.
5. Justru saya berpikir, akan sangat besar manfaat & keuntungannya bagi
orang Toraja ke depan jika sekiranya bersedia melakukan "BEDAH BUKU"
atas tema tulisan tersebut, sehingga penulisnya bisa menjelaskan
lebih jelas lagi dari apa yang menurut sebagian dari kita masih belum
jelas.

Padamo dolo to, bongi melo sola nasang.
Camkanlah kata2 bijak orang Toraja berikut ini : yanna tipori dua tulimanta, tosenga'pi tu labisa umbukkaranki.
Salama'.

Buku yg agak lumayan tapi g

Buku yg agak lumayan tapi g smua org toraja suka nimbun harta lagi, tp memang seeh krn kami org toraja lebih terikat dengan adat kami, hrs punya tongkonanlah, kalo pesta hrs ptg kerbau ini ato babi itu... tp dibalik smua i2 org torja tetap the best lah, smoga org toraja di perrantuan bisa memberi citra yang baik apalagi kalo mendu2ki jabatan penting, kilalai Puang Matuan ta solanasang.GBU.

basa meloi

basa melo ri dolo tu sura'na mimane' komentari.... :)
baca dengan seksama dan pahami, hayati dan refleksikan...
jangan asal komentar... pasti kalo sudah baca dengan baik, pasti akan beda komenarnya.. :)

umbai den tonganna

saya belum punya buku itu, hanya memahaminya dari komentar yang ada dalam halaman ini. Sebagai orang toraja kita tidak perlu apriori terhadap George. Mari kita lihat sisi positif yang ada di dalam buku itu. Pasti ada kebenarannya. Ada bukti-bukti yang diamati oleh George baru menulis. namun sebagai orang toraja kita paling tahu solata termasuk solata di perantauan. To sugi dan to kapua merupakan konsep kita. Dalam pemahaman saya sebagian besar orang toraja dihargai karena "to sugi atau to kapua". tapi apakah itu salah? dipastikan bahwa itu manusiawi. budaya toraja tidak bisa disamakan dengan budaya jawa "makan atau tidak makan asal kumpul". Orang toraja dimana pun dan kapan pun akan berjuang untuk menjadi to kapua dan to sugi. persoalannya kalau caranya yang salah. fakta bahwa ada orang toraja yang korupsi, main judi, dan perbuatan lain yang tidak terpuji, itu memang kenyataan. tapi tidak semua kan? orang jawa juga seperti itu. banyak orang jawa dan suku-suku lain berbuat hal yang sama. fakta sebaliknya dapat diperlihatkan kepada George bahwa banyak orang toraja, hanya penjaga sekolah, pegawai rendahan tapi bangun rumah tongkonan dan tunu tedong karena kerja keras pelihara babi dan jadi tukang. mereka sangat hemat. penulis orang toraja perlu hadir untuk memberi penjelasan tambahan akhir kata perlu diamini bahwa orang toraja belanjanya untuk mantunu, orang jawa umroh, orang cina melancong keluar negeri. itu cara manusia mencapai status yang lebih. kalau tidak ada target seperti itu "untuk apa cari uang"

memang politis

yang pergi ke toraja utara dan jadi bupati, bapak sorring harus punya modal. modalnya dari mana? pasti dari asmat. dia kan wakil bupati asmat. pengusaha toraja, orang pangli, pak parrung banyak dapat proyek dari pak sorring di asmat. dialah yang keluarkan banyak uang untuk pak sorring. apakah salah? tidak ada yang salah. YANG SALAH KALAU UANG ITU DIAMBIL DARI ASMAT MELALUI KORUPSI, DAN ADA RANCANGAN KORUPSI DI TORAJA. TAPI KAN ADA BPK DAN BILA PERLU DIBANTU LSM. MARI KITA BELAJAR BAIK TENTANG KEUANGAN DAERAH DAN PANTAU PRILAKU PEJABAT TERHADAP APBD.

Lagi cari bukunya....

Saya belum baca bukunya, tapi dari statement pembuka diatas, kelihatannya sangat tendensius..
Saya setuju dengan beberapa pemberi pendapat diatas bahwa, apa salahnya jadi "to sugi' ato to kapua".... ini kan ambisi tiap2 org, kenapa justru kita yang kebakaran jenggot...?

Trus masalah VLCC, Porkas, SDSB, Sapi import dsb, apa org2 tersebut sdh dinyatakan salah (oleh pengadilan) terus kita ikut menghakimi....

Oh ya 1 lagi, salah besar orang yg bilang harga kerbau di toraja tidak mengikuti aturan "Supply - Demand"

Salama'

kalau George Aditjondro

kalau George Aditjondro menulis buku ini itu karna beliau tidak mengerti arti budaya toraja dengan utuh,,,,hanya melihat secara kasat mata artinya menulis dengan apa yang dilihat tapi tidak memakai hati dan perasaan,,,,
boleh saja buku ini laris karna untuk membuat suatu itu menjadi panas maka harus menimbulkan hal hal yang kontradiktif

Tolak Buku ini bersama-sama

Tolak Buku ini bersama-sama karena menceritakan suku lain dan mengandung sara terutama menyudutkan suku toraja

Bukan orang ini yang pantas menceritakan toraja tetesannya apalagi titisannya tidak ada samasekali kok berani cerita suku lain tidak nasionalis mungkin sering nyabu ya duitnya udah habis mau beli lagi ya a
tidak pakai nalar

Hai bung Kami banyak juga yang Professor dsan DR. terutama di bidang sastra kok anda mau mencari uang dengan menceritakan suku kami Sukumu aja yang di ceritakan ya bukan anda yang pantas mengulas suku Kami

laknat loh.... lontong & gudek... BOSI

SPARTAKUS

diskusi lebih lanjut

Sangat menarik untuk dicermati, karena selama ini belum ada yang mengupasnya. Saya sangat salut dengan George yang mau menampilkan sisi lain. Memang dalam dramaturgi ala toraja lebih mementingkan penampilan di panggung dan mengabaikan apa yang terjadi di balik layar. Kalau saya proses dan hasil itu sama pentingnya.

berarti anda sama dia

kalau koment anda mendukung silakan saja keluarga anda yang dicerita sampai tuntas karena kami orang toraja sirikna pacce dicerita jelek

karena anda dukung berarti anda sama dengan dia yang lontong juga gudek campuran

1. pernah menulis gurita cikeas yang menghina PRESIDEN RI
2. pernah menulis tentang keraton yang artinya kera yang di tonton

orang ini pernah diusir di jawa gara-gara tidak bayar kontrakan rumahnya
orang ini tidak punya nasionalis dan jiwa patriotisme cuma cara cari uang dengan jalan tulis buku hebo2 dan di jual semoga jadi uang ha aa a lontong.....

nalar saudara dimana menceritakan suku orang lain itu haram jadinya di Republik

tapi saudara dukung silakan aja di keluarga anda ya....
tidak bagi Tanatoraja

cari uang yang halal aja bung jangan dengan cara-cara gitu tidak baiklah ente nantinya kalau kita ketemu pasti berabe lah bung .

hati2 keluarga toraja semua terhadap ini

OTTO

re buku george gila

yth. bung george adichondro,
saya adalah salah satu yang konon beritanya you ada tulis dalam buku yang you terbitkan, tapi saya berani beradu argumen dengan anda kalo saya benar seperti yang anda beritakan tidak selamat seluruh keturunan saya, tapi demikian juga sebaliknya bahwa pembalasan bukan merupakan hak saya tapi hak TUHAN.
orang toraja memiliki kepercayaan yang sangat besar bahwa akan adanya TUHAN yaNG MENCIPTAKAN DAN MEMELIHARAKAN KITA.

sangat menyesatkan

tanpa adanya rasa keberpihakan karean pekerjaan sebagai justice, hal yang di sampaikan George Aditjondro sangat menyesatkan, karena kebetulan dalam perkara yang diberitakan kami sebagai hakim dalam kasus tersebut, jadi dapat dibuktikan dalam persidangan terbuka bahwa hal hal yang disampaikan itu George Aditjondro adalah kebohongan publik, sekali lagi sangat menyesatkan, kasihan orang yang difitnah, kami sangat salut dengan kegigihan orang toraja didalam bekerja dan berkompetisi, wassalam EB.

bukunya sangat ngawur banget

bukunya sangat ngawur banget dan menyesatkan, kalo kita hanya hidup dari mendengar berita koran tv dan yg sifatnya mjuatan lokal anda bisa tertipu dengan tulisan sdr. George Aditjondro , sangat menyedihkan kalo kita tertipu oleh cerita ini, orang orang yg dituduhkan dalam cerita dongeng sdr. George Aditjondro adalah orang toraja yg memiliki kompetensi sangat tinggi, orang pandai, loyal pada sesama orang toraja, hidup dengan baik dalam kegiatan gerejawi dan mengenai kasus yang menimpa mereka semua adalah kasus yang sangat sarat dengan muatan politis yang tidak pernah dapat didengar oleh sdr. George Aditjondro sendiri, sedikitpun dia tidak pernah mendengar karena kasus ini hanya dikeatahui oleh para hakim agung di MA, sedangkan sdr. George Aditjondro adalah musuh para hakim agung karena biasa menyebarkan isu yang tidak benar. sekian info dari kami.

# # # # # # #

Super Keren, ini tempat yang lagi rame banget diposting di Instagram.

Posted by Tamasya.NET on Wednesday, August 26, 2015