Perlukah mencari jodoh sesama orang toraja

Pertanyaan sederhana yang menggelitik dan sering mengundang kontroversi.

Perlukah seorang toraja mencari jodoh sesama orang toraja juga?

Mohon tanggapan saudara-saudara sangtorayan.

PS:
Untuk cari jodoh sesama orang toraja, gabung yukk di Forum Toraja Cari Jodoh:

Comments

komunitas yg paling kuat

komunitas yg paling kuat mempertahankan keasliannya adalah kumunitas Tionghoa, di belahan dunia manapun selalu ada perkampungan China /China Twon, mereka sangat kuat mempertahan rasnya sehingga mereka "tidak hilang/punah meskipun sudah beberapa generasi berada jauh dari kampung nenek moyangnya. Sebagai orang Toraja (khusunya di perantauan) ini bagus juga ditiru supaya anak cucu kita tidak kehilangan informasi tentang leluhurnya, banyak kenyataan baru generasi kedua saja sudah hilang hubungan dengan "sang dadian" karena orang tuanya berasal dari daerah yang berbeda...ini sangat tragis.

cari jodoh orang toraja

Sudah tidak jaman lagi.
Yang penting saling menyayangi ^_^

Sekarang banyak anak toraja kawinnya sama orang luar toraja, sama batak, menado, bahkan sama bule. Ini kan bagus untuk perbaikan keturunan.

PERLU SESAMA TORAJA MENCARI

PERLU SESAMA TORAJA MENCARI JODOH.

Orang toraja perlu untuk mencari jodoh sesama orang toraja, sebab jika dilihat dari sisi positifnya lebih nampak, saya sebagai perantau toraja dan termasuk pengurus IKT/IKAT, tau banyak orang toraja yang kawin dengan suku lain. Dari sisi budaya sudah mulai luntur, dari sisi komunikasi dalam keluarga sering mereka kesulitan karena perbedaan2 karakter, orang toraja punya karakter agak berbeda dengan suku lain. orang toraja punya prinsip selalu membangun kebersamaan, persaudaraan, pekerja keras dan selalu merindukan kampung halaman krna sudah di tempa dengan adanya budaya toraja yang tdk dimiliki daerah lain. Pengalaman orang toraja kawin dengan orang toraja malah hidupnya lebih baik, dan berhasil karena saling mendukung dan menopang dalam segala aspek. Saya tidak setuju dengan komentar saudari Gadis Toraja Cantik di atas bahwa kawin dengan suku lain memperbaiki keturunan, dan tuntunan jaman kalau saling mencintai, itu dalam arti yang sangat sempit adekku jangan terkecoh dgn cinta, cinta tumbuh sesaat saja akhirnya hilang bagaikan angin. terus terang banyak orang toraja di perantau menyesal kawin dengan suku lain karena banyak perbedaan2 itu tadi. saya pernah ketua pemuda toraja dan kami banyak mendorong anak2 mudah toraja supaya mereka saling mengenal, dan buktinya banyak yang kawin sama2 pemuda. Justru mereka semua berhasil sekarang, dan mereka yang kawin luar banyak yang tdk berhasil karena terkecoh dengan cinta. itu kenyataan yang kami temui selama hidup di perantauan. kurre.

Jangan sampai Budaya Toraja memudar

Menikah dengan orang luar toraja, menurut saya sah2 saja.. Asalkan kita masih bisa dengan konsisten mengajarkan budaya kita ke anak cucu kita kelak, sehingga ketakutan kita akan hilangnya eksistensi kita sebagai orang toraja tidak akan pudar.

Sebagai orang Toraja, saya lebih suka kalau berjodoh dengan sesama orang toraja. tapi kita kembalikan lagi, jodoh itu ditangan TUHAN..

Salama'

tidak harus orng berdarah

tidak harus orng berdarah toraja
tapi jiwanya berjiwa toraja !!!!

apa kamu

apa kamu bilang?..."perbaikan keturunan?..."emang kamu kira orang toraja itu monyet apa...hati2 kalau ngomong.

paling bagus tuh kawin sama

paling bagus tuh kawin sama org bule, sprth org British, America, biar pintar bahasa ingris, bagaimana klo bahasa londe saja tiap hari.

moyet raka tu seba,

moyet raka tu seba, ha.ha..gitu aja kok marah.

saya kira tidak ada masalah

saya kira tidak ada masalah kalau kita nikah dengan suku lain tetapi kita tetap memberikan pengertian kepada dia bahwa kehidupan orang toraja itu seperti ini dan kalau kmu terima silahkan,,gitu aja kok repot

Klo aq mank bgus kok klo

Klo aq mank bgus kok klo nikah sm org suku sndiri? Mngapa???. Krn nikah dgn suku sndri smuan akn klear jika ad mslh. cb klo d luar sku sndri,yg sy dptkan pngalamn berdasrka hasil pngamatn sy,hnx sdikit sj yg bner2 berthan. btul jg tue kata tmen,msak krn dgn hrs mmperbaiki keturuna hrs dgnnikah d luar suku. tue kahn smua hnx pemikiran manusia yg berlbihan. tdk tau bhw kita nie ciptaan Tuhan yg hrs d hargai n biar pun keturunanx mw nikah dgn siap kek,toh meninggal jg. syukur2 klo pngamatan Allah Tuhan yg menciptakn kta,KITA sdh sempurnah d hadapnx.

mungkin benar apa yang

mungkin benar apa yang dikatakan bpk markus, tapi itu hanya dilihat dari sisi orang toraja yang tidak mau mmbuka diri dengan budaya lain. saya seorang perempuan batak melihat karakter dan prinsip dasar hidup orang toraja tidak jauh berbeda dengan suku batak. hnya mungkin ada beberapa budaya yang berbeda tapi memiliki makna yang sama dengan budaya kami.semua demi martabat harga diri dan kehormatan nama keluarga. menurut saya suku apa saja dapat dan mampu menikah dan mengikuti adat istiadat dan budaya orang toraja tetapi tergantung pribadi orang tersebut mau menerima dan mmbuka diri terhadap budaya toraja itu sendiri atau tidak.saya memiliki bbrp teman2 suku toraja dan saya melihat dan mempelajari budaya toraja walaupun tidak semua saya tau menurut saya tidak ada yang susah dengan budaya saudara.jadi menurut saya orang toraja bisa menikah dengan suku apa saja itu tergantung hati yang mau menerima, tapi tentunya tidak melupakan atau melepaskan adat budaya asal kami juga. sehingga suku kami tidak mengatakan hal yang seperti bapak sampaikan tadi terhadap kami. terimakasih

mngkin bgs klo sesama suku

mngkin bgs klo sesama suku toraja tp bukan berrti harus dngn suku trja.
lagian klo tdak salah di toraja msih bxk orng tua yg tidak meretui hubungan anakx hanya karena btulkah dmikian??

even sy hanya halfblood of

even sy hanya halfblood of toraja...sy bangga jd orang toraja!!! bahkan bercita2 agar dapat menikah dng wanita toraja... bukan karna hal tertentu...'coz i proud to torajanesse...

Jodoh, adat, dan kemajuan Toraja-ku

..ini lah salah satu penyebab kenapa Toraja tidak maju2..terlalu membatasi dirinya, jadi tidak bs melihat dunia di luar lingkungannya. Bahkan untuk urusan jodoh pun harus orang toraja. Untuk kaitannya dngn adat, coba lihat di lingkungan kita, apakah anak dr pasangan sesama orang Toraja pst paham adat?..jawabannya..TIDAK..kecenderungannya semakin tinggi pendidikan semakin luntur pengetahuan tentang adat apa lg keinginan untuk terlibat dalam adat tersebut. Itu hukum alam saudaraku krn mereka akan semakin mampu berfikir logis untuk mempertimbangkan sejauh mn mereka msh mau terlibat dlm adat tersebut.Jadi ada konsekuensi di sini kita mau tetap terbelakang atau maju dengan pendidikan namun harus menerima resiko berkurangnya pemahaman tentang adat. Di mana pun di muka bumi ini adat dan kebudayaan itu berubah sesuai jamannya. Kita jangan terlalu memaksakan untuk mempertahankan sesuatu yg mungkin sdh tidak sesuai lg dengan keadaan skr. Jadi lbh bagus kita terbuka menerima perubahan kita tdk bs menutup diri terus kalau ingin maju termasuk untuk urusan jodoh. Bukankah dr yg Maha Kuasa sdr tidak pernah membuat aturan harus satu suku. Aturan-Nya sederhana.."bersatu dan saling menyayangi dalam suka dan duka"...ercuma sesama Toraja kalau tiap hari bertengkar...

tdk segitunya kali...masa

tdk segitunya kali...masa hrs sesama org toraja..tiap org kan dah punya jodoh masing2.tergantung kitanya aja, mau ngak dgn org luar..sesama org toraja jg banyak syaratnya...ntar ditanyain dia kampungnya dimana?apa turunan puang atau tdk?preeeeeet lah semua itu.kan dalam Tuhan Yesus juga semua org sama tdk ada yg beda nah klo nikah msl nya ma org luar mana tahu dia klo kita turunan puang atau tdk....kurreeeeeee
AYO TORAJA BISAAAAAAAAAAAAAAA

Tanya Balik ke Gadis Toraja....mengapa begitu ?

membaca artikel ini saya jadi lucu aja...maaf bukan mau menyudutkan gadis toraja... tapi kalau mau nikah sesama suku ada plu dan minus nya....kembali ke individu masing2 aja melihatnya...pada sudut mana...seperti rekan sy diatas itu juga sisi positifnya...hanya benar juga Gadis Toraja Cantik katakan untuk perbaiki keturunan...hanya saja maksud perbaikin keturunan itu bagaimana....pada sisinya ingin diperbaiki...saya pikir kita orang toraja...orang2 yang masih pegang adat justru banyak diberkati tuhan...mana ada sih orang toraja jadi pengemis....(bukan karena sy org toraja trus bsa ngomong kyk gini ) tapi ini fakta yang saya liat...dalam dunia kerja juga begitu...orang toraja paling ULET dan tidak neko2..trus saya perhatikan orang toraja paling kuat pegang "adat" anak nya harus ada yang sarjana...sekalipun orang tuanya morat marit cari uang utk sekolahkan anak..(ini fakta yang saya liat) jadi bangga lah kita jadi suku toraja...hanya ada juga adat yang sy tidak sependapat...tapi mau gimana itulah ADAT....hanya mgkin lebih di kondisikan aja...yaitu BUDAYA MANTUNU....jujur kalau sudah bicara budaya ini yang 1 ini saya jadi jengkel jadi orang toraja...karena lebih mementingkan orang mati..daripada yang msh hidup....tapi lama-lama sy bisa memahami...adat tidak akan pernah luntur....itukah keunikan dari org TORAJA...dan kembali masalah gadis toraja...ya bisa tanya ke gadis toraja mengapa mereka lebih memilih suku yang lain...dan parahnya lagi...kalau alasan perbaiki keturunan...kalau dapat keturunan yang baik mgkin akan lebih baik...akan tetapi kalau keturunan itu dibawah kita orang toraja...mgkin akan jadi mubazir...karena menurut saya berbangga kita menjadi orang toraja....karena karena adat itulah toraja menjadi terkenal...dan diakui oleh dunia...tapi jujur sy juga tidak berharap dapat cewek toraja karena apa ? ya karena saya kesal ama Budaya Mantunu...namun pada akhirnya juga mendapat istri orang toraja....hehehehhe....karena semakin kita menjauh dari toraja...semakin dekat kita akan mendapatkan jodoh orang toraja....hahahahha....padahal saya tidak punya pacar orang toraja...karena budaya tadi makanya saya sekarang udah kena karma dari budaya toraja...Bangga diri saya menjadi orang toraja...:)

Saya setujuh dgn pendpt Bpk

Saya setujuh dgn pendpt Bpk Markus Lanteng di atas karena saya sudah mengalaminya sendiri berkwin dgn suku lain, ternyata sukar untuk suku lain terima adat Toraja. Inang tae'siame susinna kepadanta Toraya.

Pemikiran seperti inilah

Pemikiran seperti inilah yang harus di pupuk. Good luck

xxx

Perlu sekali....!!! Supaya ketturunan Toraja bisa Bersatu dikampung sendiri maupun di Perantauan...tp bgmna Banyak Cewek2 toraja malu kalau diBlang ORANG TORAJA...

Saya bangga kok jd orang

Saya bangga kok jd orang Toraja

Perlukah mencari jodoh sesama orang toraja

Tergantung selera orang masing-masing, krn hidup adalah pilihan..apa lg kita hidup di Negara yg penuh pluralisme...

Ckkck.. rasis

Ckkck.. rasis

Kareba. Saya orang Jawa asli

Kareba.
Saya orang Jawa asli laki2 yg nikah sama orang Toraja asli 100% Kalau dibilang kehidupan kami berhasil atau gagal, sulit mengatakan nya. Setidaknya, kami bertahan sampai selama 12 th ini. Yah, kami hepi2 saja dg 2 anak.
Mengenai budaya, memang tidak mudah memadukan nya. Pernah dengar istilah "besoknya orang Jawa"? Seperti itulah kira-kira. Tadinya kami berharap anak2 bisa menguasai 2 budaya, minimal bahasa. Tapi itu tidak berjalan.
Pernah saya baca penelitian, bhw orang Toraja ada 800.000, dan separuhnya merantau. Melihat kenyataan bhw banyak yg kawin sama non Toraja, saya khawatir juga lama2 akan punah.
Saran saya sebagai outsider, kembangkan lah budaya secara lebih modern agar tidak punah. Semua budaya lokal, tidak hanya Toraja, tergerus modernisasi. Yg tdk sanggup beradaptasi lambat laun akan punah.

Lain kepala, Lain pemikiran

Pertanyaan yang sangat menarik... :)
Menurut pendapat saya, jawaban yang tepat muncul dari cara pandang kita masing-masing.

  1. Setuju menikah dengan sesama Tator.
  2. Budaya Toraja merupakan budaya unik yang tidak cukup hanya beberapa hari, bulan bahkan tahun untuk mempelajarinya. Bila ada yang berkomitmen, "meskipun menikah dengan lain suku tetapi akan tetap mengajarkan adat Toraja sepenuhnya", saya rasa itu sangat berat. Yang terlahir sebagai 100% Tator saja masih mengalami kesulitan untuk mempelajari adat kita sendiri, terutama yang tidak lahir dan besar di Toraja.
    Persaudaraan dan kekerabatan kita sebagai orang Toraja, banyak membuat rekan dari suku lain berdecak kagum, terutama bagi yang merantau. Suku mana di dunia ini yang masih mengenal sanak saudaranya meskipun hubungan darah yang sudah cukup jauh. Contohnya, kita masih bisa mengenal sepupu sampai dengan sepupu 4 kali.
    Banyak yang setelah menikah dengan lain suku, tidak pernah lagi menginjakkan kakinya di Toraja dengan berbagai alasan. Jangan hanya tertulis di daftar RH (Suku bangsa: Toraja), tetapi tidak memahami betul isi Toraja.
    Pelestarian budaya bukanlah hanya dengan mengajarkan kulitnya saja. Tradisi, adat dan budaya tidak cukup jika hanya dipelajari diatas kertas.Pemahaman yang mendalam tentang adat istiadat dan budaya Tator didapat selama kita hidup dan berkembang, terutama dari orang tua dan lingkungan.

  3. Tidak setuju menikah dengan sesama Tator.
  4. Dalih yang timbul bisa bermacam-macam, seperti:

    • Ingin memperbaiki keturunan
    • Pusing dengan adat Toraja yang "boros"
    • Jodoh kita siapa yang tau
    • Sudah terlanjur cinta dengan yang lain suku
    • Orang tua yang setengah Tator yang setengah lagi bukan
    • Lahir bukan di Toraja dan tidak pernah menginjak Toraja
    • Indonesia kan Bhineka Tunggal Ika
    • dan lain sebagainya

Jadi saudara-saudaraku, Bukan saatnya lagi kita saling mencaci dan saling menyalahkan. Bila kita benar-benar berkomitmen untuk tetap dan terus melestarikan budaya Toraja, marilah dimulai dari kita sendiri dulu. Bila tiap-tiap putra dan putri Toraja mempunyai komitmen yang sama, Toraja tidak akan pernah pudar.
Mewariskan budaya Toraja kepada anak cucu tidaklah mudah, apalagi jika mau mengajarkan 2 budaya atau lebih sekaligus (bagi yang keluarga berdarah 2 suku atau lebih). Kecenderungan yang timbul adalah seorang anak akan tumbuh, berkembang dan menyesuaikan diri dengan pengaruh lingkungannya yang sangat besar. Dimana dia dibesarkan, adat dan budaya dilingkungannyalah yang akan tertaman kokoh di dalam dirinya hingga dewasa yang nantinya mempengaruhi pendapat untuk penentuan jodohnya. Tidaklah menjamin sorang anak dari keturunan Toraja 100% yang lahir dan besar di daerah selain Toraja, paham benar tentang Toraja. Biasanya mereka akan lebih akrab dengan alam budaya tempat tinggalnya dan merasa asing dengan adat Toraja.
Siapa lagi yang membangun Toraja kalau bukan kita.

bisa juga karena nikah sama

bisa juga karena nikah sama sesama suku sngat bagus karena saya sudah lama di tanah orang jadi sangat ingin memiliki pacar ato istri orang toraja.male sau'

TORAJA VS TATOR

PALING SETUJU DAN COCOK ORANG TORAJA NIKAH SAMA ORANG TATOR

bener juga kak. contohnya

bener juga kak. contohnya orang tua sy. sesama orang toraja tapi dari dulu ngga bisa akur. selalu saja bertengkar. dan saya juga ngga ngerti mengapa mereka bisa menikah kalo memang tidak cocok ?????
semuanya itu kembali pada karakter masing2 individu.
dan mengenai pernikaha campur, menurut saya tidak masalah yang penting kita sebagai orang tua mau mengenalkan budaya toraja kepada anak-anak kita nantinya.

maaf, komentar saya diatas

maaf, komentar saya diatas untuk menanggapi komentar dari sangmane 'Toraya Tulen Inde Mai Batam'.

carijodohorangtoraja

emang keturunan toraja jelek kok harus kawin dgn yg lain dengan alasan perbaikan keturunan. buktinya saya masih asli turunannya juga ok

hmm... doyan ma org toraja

hmm... doyan ma org toraja nich, hayoo...

Aku toraja campuran. Lahir

Aku toraja campuran. Lahir dan besar di Palu. Papa say toraja asli sedangkan mama saya palu... Pengen sih nyari jodoh ke toraja lg biar torajanya kental. Kembali pada yang di atas... Apakah jodoh saya orang toraja? Atau bukan? Cuma Tuhan yang tau hee... Gbu all

ia ne.. mw cari gadis toraja

ia ne.. mw cari gadis toraja buat jodoh, biar anak cucuku org toraja semua.. hehehe

pada2 to toraya sia mi ya tu

pada2 to toraya sia mi ya tu melo ...
aaaiihhiihhiii :D

ambai ma'lindo seba ya kapang te

Ambai ma'lindo seba ya kapang te tau ya te ya moo na la perbaiki dikka' keturunanna siulu' da'dikka' misengkei

Haruskah kita hidup di

Haruskah kita hidup di Planet lain?
Dasar pernikahan adalah "KASIH" bukan berdasar pada kesukuan.

klo pertanyaannya dengan

klo pertanyaannya dengan kata "perlukah?".

jawabannya bisa ya bisa ngga'.. tergantung bagi kjita sendiri.

ya, bila sauadara memang jatuh cinta dengan gadis/pia muane toraja, tentu dengan kriteria anda sendiri.\

ngga', biala saudara jatuh cinta dengan gadis/cowok suku lain.

menurut saya mempertahankan identitas kesukuan penting dan memang sangat penting, tetapi disatu sisi jaman pasti terus berubah. ada waktunya nanti bahwa akan sulit membedakan identitas suku seseorang karena persoalan globalisasi yang tidak mungkin dihindari entah dari suku,ras ato bangsa manapun di dunia.

kalala

terlalu banyak nanti pangngiuran..., trus mau mkan apa klau uang habis?salama

Perlukah menikah dengan sesama Orang Toraja?

Syaloom lako Sang-Torayan.Jika Kita tidak mau membuka diri untuk sesuatu maka sulit bagi Kita untuk memahaminya,termasuk adat istiadat.Negara Kita sangat kaya akan budaya,dan itu masih bisa bertahan sampai sekarang karena peranan dari masyarakat itu sendiri.Kita orang Toraja memang memiliki adat dan budaya yang sangat unik,seharusnya Kita bangga akan hal itu.Saat orang jatuh cinta,sangat sulit baginya untuk menerima nasehat.Apa yang Dia lihat pada orang yang dicintainya,baginya selalu baik dan tidak akan peduli seluk beluknya ( bibit,bobot dan bebetnya )termasuk sukunya.Kalau hanya takut untuk ikut ambil bagian dalam adat Toraja khususnya "mantunu",Saya rasa kalaupun Kita tidak sanggup untuk membawa " tu direndenna,yabangomo tu dibullena."Belanna taek duka namelo tulaumpateka' balao mate.Parallu duka takelalai kumua tae'para karebana tu to untunu pira-pira saleko male kapala'-pala."Iatu mai ianan lan te kulikna padang,lu diomai Olomala'bi'Na Puang Kapenombanta,yanna diparri-parri undaka'i situru' pa'poraianNa Puang Kapenombanta inang la tibungka' tulalan la dini unnapparanni.Kalau seseorang tahu persis seluk beluk budayanya pasti Dia akan memeliharanya,bukankah cinta adalah pengorbanan.Yanna Londong Toraya tongan,inang naporai duka ia undaka' Bati'pare tongan.Tabe' lako Kita sola nasang,salama'.

jangan asal bicara ya,...

jangan asal bicara ya,... memang.a keturunan toraja tidak bagus

yg pnting uda ngga ada

yg pnting uda ngga ada neneknYa bisa,.....

sah sah aja

Soal pernikahan itu kembali pada diri masing2... ga harus sesama toraja asal pasangan kita ngerti dgn adat kita sebagai org toraja... Ga ada istilah nikah sama suku lain atau bule spy perbaiki keturunan, bull shit aja tuh. klopun kalian nikah ma org ganteng/cantik blm tentu anakmu jg cakep... yg penting kan sempurna dan bersyukur karna anak itu karunia dari Tuhan! walaupun saya ga lahir di Indonesia, tp ortu saya sll mengajar saya bahasa toraja jg tentang Indonesia, dan saat saya pulang ke kampung saya dgn bangga berbahasa toraja dgn kakek n nenek saya... Guys, u know what, just proud no matter who n where u from...

salama sola nasang ki....

mmasalah tema gedung

kalau kawin dgn suku d luar toraja. mnurutku mungkn cukup merepotkan karena memilih tema plaminannya itu lohh mau pake adat si mempelai cewek atau cowoknya... ^^^^ hehehe itu adalah salah satu yang akan menimbulkan konflik antara keluarga.

Wlau pun sy bkn org tOraja

Wlau pun sy bkn org tOraja tpi tman sya bnyak org toraja,sya mlihat mereka rkun klau nikah sama suku,sya jga bnga and kagum sma adat istiadat org toraja krna d stu lah kta bsh melihat kesatuan and kerukunan,

wah saya jg takut kena karma

saya jg tdk berharap dpt jodoh org toraja.tp begitu melihat gadis toraja yg bening2 hati saya dag dig dug jg :D mengenai budaya mantunu,saya melihat bahwa org" di kampung pikirannya terlalu sempit bahkan primitif.mantunu menjadi ajang untuk saling menunjukkan kemampuan sampai" almarhum dibiarkan bertahun" ttp di rmh sembari anak cucu banting tulang mengumpulkan rupiah di tanah rantau.
padahal nabossa bang mo duku' tu tau do kampung
sdh selayaknya generasi muda membuka mata dan pikiran untuk lebih cerdas dalam menghadapi tradisi seiring dgn perkembangan zaman,dgn melihat makna,tujuan,serta hasil (untung/rugi) dari tradisi tsb untuk kemudian dpt menyimpulkan mana yg patut dipertahankan dan mana yg sdh tidak sesuai dgn jaman.
DAN yg terpenting hendaklah semua itu dipergunakan untuk memuliakan TUHAN karena TUHAN mengutuk setiap pesta pora yg tidak mempermuliakan TUHAN !
salama'

blabla bla

no coment dehhhh...
yg penting gak ada perang antar suku, budaya etnis aja.. itu yg penting mas bro/mba broo

bercerai kita runtuh
bersatu kita teguh..

huhuhuhu

setuju.. z sbnrx bangga jd

setuju.. z sbnrx bangga jd org toraja, tp klo menyangkut Mantunu, lsg lemas deh.. org2 dikampung yg tidak pernah merantau tdk tw susahx banting tulang hanya utk membiayai pesta2 besar, jd mintax gmpang. padahal orang toraja terkenal karna pintar, tp klo mw sekolah lebih tinggi, terkendala di biaya, padahal klo mw Mantunu, diusahakan keliling kmpung cr uang.. z liat harga diri diliat lebih penting drpd kesejahteraan. banyak yang tertekan karena hutang Mantunu, belum selesai digenerasi ini, hutangx diturunkan lg ke gnerasi selanjutx. jdlah hutang tanpa ujung.. tp ya kmbli lg k tiap individu,tidak semua orang toraja berpola pikir spt itu. mmg adat sprti itu mendorong qt berkerja keras tp membayangkan diri menghabiskan seluruh hidup utk bekerja mencari biaya mantunu sangat tdk msuk akal. z termasuk gnerasi muda yg merasakan dampak dari hal spt in, dan z tdk setuju. mudah-mudahan yg lain tdk.

sama

manusia itu diciptakan "sama" oleh Allah Bapa... manusialah yg menciptakan agama, suku, dll... pada intinya semua manusia itu sama...

Misa' dukana' londongna

Misa' dukana' londongna matari' allo
nangla kutayan duka tu lundaranna lepongan lepongan bulan.
Angkipada-pada unnai buyan kengkua' mengkotok lan mai padang
Todolota..terjemahkan sendiri ƘƖő merasa Toraja sejati..salama'..Puang umpasakke komi.

HAHA...!

Parah nih pertanyaan....haha
yaaaa....kan tergantung saja apa yang Tuhan berikan

ortu saya orang toraja..
saudara2 sy pntar bhs inggris..apalagi debat...euuh....10 jam d meja nda brhnti mulut

intinya itu kalau memang ada hati...ya ambil....
cewek toraja atau tidak...
yang bukan sesama toraja boleh...asal kamu ada hati sama dia...bukan karena cantik, atau karena dia bule/ pintar bahasa ini itu..
percuma Hidup dinikmati klo pasangan hidupmu itu tidak sehati..!

...CINTA ITU TIDAK KENAL WARNA KULITMU, NAMUN CUMA TAHU WARNA HATIMU....

Pada pendapat saya sebagai

Pada pendapat saya sebagai orang yang mengenali salah seorang dari suku toraja..kalau mampu yah silakan. Pada pendapat saya kaum toraja ini mmg terkenal dengan adatnya yg bukan calang2. Untuk pesta orang mati sahaja boleh mmbelanjakan ringgit malaysia puluhan ribu. Cuba difikir kalau duit itu boleh di salur ke tempat yang lain.....pastinya suku toraja merupakan suku yang terkaya didunia.

Setahu saya suku toraja ini mengamalkan sistem kasta. Ada golongan atasan (puang), golongan pertengahan dan golongan hamba. Sudah tentu sistem ini tidak lagi diguna pakai di dunia yg semakin moden ini. Dan sistem ini juga sudah tentu bertentangan dengan hak asasi manusia.

Bagi pendapat saya adat yang diamalkan sekarang ini kalau dilihat amat menyusahkan kaum tator sendiri. Itu kenapa ramai Anak anak tator sendiri keluar daerah untuk cuba lari dari adat sendiri dan ada sebilangan juga terpaksa bekerja di luar daerah bahkan di luar negara contohnya Malaysia untuk mencari nafkah untuk membantu keluarga. Bayangkan saja bila ada kematian atau upacara mereka terpaksa membeli babi atau kerbau.

Si anak yang merantau terpaksa bersusah payah mencari rezeki untuk diri sendiri dan juga keluarga. Adakah si orangtua pekerjaan apakah yang dilakukan oleh anak-anak mereka terutama perempuan di luar sana? Berapa ramai orang tua yang mengambil tahu pekerjaan apakah yang dilakukan oleh anak mereka? Atau orangtua tidak mengambil tahu apa pekerjaan anak mereka, yang penting bila ada pesta duit mesti ada. Rasanya berapa lama yang diambil untuk mengumpul duit rm10000@Rp 316802995.72 dengan berbekalkan lepasan SMP atau SMA diluar sana? Dan adakah lepasan SMP@SMA dipandang di luar negara? Rasanya pekerjaan apa yang dilakukan oleh mereka untuk mengumpul duit yang banyak dengan pantas?

Jawapannya adalah mereka terpaksa menjual tubuh mereka sendiri dinegara orang. Tp saya juga menekankan disini bukan semua perempuan kaum toraja melakukan perbuatan itu. Ada segelintir yang terpaksa melakukan perbuatan itu demi adat mereka. Adakah orangtua mereka tidak peduli dengan hal-hal ini? Atau mereka hanya sengaja menutup telinga mereka yang penting maruah mereka tidak tercalar. . Kerana kaum toraja ini amat terkenal dengan menjaga maruahnya lebih-lebih lagi golongan bangsawan. Cuba bayangkan keturunan bangsawan tapi anak perempuannya bekerja menjual tubuh diluar negara? Mesti ini sesuatu yang memalukan bukan?

Semua kenyataan saya disini adalah bukan berniat buruk atau cuba memperburuk-burukan suku toraja. Rasanya kalau adat ini terhapus bangsa toraja tidak akan pernah terhapus dari dunia ini. Cuma adat ini akan menjadi sejarah dan disampaikan turun temurun.

Dan cuba fikirkan kebaikan dari tehapusnya adat ini? Orangtua dapat menumpukan duit pendapatan mereka kepada anak-anak mereka dan sudah tentunya anak-anak mereka menjadi orang terpelajar. Taraf ekonomi suku toraja ini juga bertambah maju. Bayangkan orang tua golongan bangsawan suku tator sekarang terpaksa menjual tanah untuk menyekolahkan anak2 mereka kerana tekanan dari adat. Bangsawan pada pendapat saya adalah orang yang berharta dan anak2 nya bekerja pekerjaan yang baik2. Bukannya golongan bangsawan yang tidak bertanah, berhutang dan anak2nya bekerja pekerjaan yang menyedihkan.

Terakhir sekali, saya ingin meminta maaf atas segala terkasaran bahasa dan mengguris perasaan dan juga segala yang saya tidak faham mengenai suku toraja ini. Harap yang positif diambil dan yang negatif diabaikan.

# # # # # # #

Super Keren, ini tempat yang lagi rame banget diposting di Instagram.

Posted by Tamasya.NET on Wednesday, August 26, 2015