Perlukah Sabung Ayam dilegalkan di Toraja?

Pada jaman sebelum Belanda menguasai dan memerintah Toraja, sabung ayam adalah tradisi dalam budaya toraja, sekalipun juga sering dijadikan ajang taruhan (judi) di pasar-pasar maupun di upacara adat.

Untuk konteks saat ini, menurut kamu apakah perlu Sabung Ayam dilegalkan di Toraja?

Comments

Sabung Ayam Legal......!?

No Problem..! Tapi ada yang berani mengajukan rancangan peraturannya Gak..!
Ada-ada aja.....!?

sabung legal?

kenapa nggak? yang penting ada aturan jelas dan ada sangsi tegas bagi pelanggar tsb....VIVA TORAJA

perluka sabung ayam di

perluka sabung ayam di toraja...??? hahahaa pertanyaan yang sangat mulia,kalau bagi saya sangat perlu, mengapa karna orang yang melakukan sabung ayam dan tidak disertai dengan uang/diut/seng, adalah orang itu sangat bertanggung jawab pada orang tuanya, tp melihat kondisi saat ini di toraja sabung ayam itu di salah tafsirkan.
asal kita tau sebagai orang toraja bahwa sabung ayam itu bersumber dari kisah BUTTU KARUA dan LAKI PADADA,saat mencari ayahnya, dan mereka menemukan ayahnya dengan sabung ayam melawan ayahnya itu sendiri....(ceritanya panjang, jd bt klw nulis smua, hahahaa)

itulah pemahaman kami orang simbuang-mappak tentang sabung ayam dengan berlandaskan kisah diatas. tp mungkin ong toraja lebih tau karena patung Lakipada

Sabung ayam diperlukan......

Saya setuju dengan pemikiran Pak Agustinus Salle diatas... Disatu sisi, kita melestarikan kebudayaan kita dan disisi lain, bisa jadi stimulus pembangunan ekonomi di Toraja.. Yg penting aturannya jelas serta penegakan aturannya dijalankan secara tegas pula nantinya..

Salama'

Lokalisasi adalah solusi

aku sebenarnya bosan melihat para petugas kepolisian dan para penjudi sabung ayam harus kejar2an hampir tiap bulan
kl menurutku sabung ayam lebih baik dilokalisasi dan ditempatkan didaerah terpencil dari daripada pihak kepolisian harus main petak umpet dengan para penjudi sabung ayam,,,,,aturannya :
1. tempatkan di desa yang terpencil dan bangun tempat seperti kasino
2. yang boleh masuk adalah yang umur 17 tahun dan bukan pelajar
3. diadakan tiap 3 tahun sekali
4. barangsiapa yang melakukan judi sabung ayam diluar yang telah ditetapkan maka akan ditindak tegas,,,kl perlu 7 tahun penjara
5. nominal uang yang dibawa dibatasi
keuntungannya :
1. PAD ?????so pastilah ,,,,,,,
2. ekonomi masyarakat pedesaan meningkat karna roda perokonomian akan berputar sekitar lokalisasi
3. sopir angkot ke tempat itu juga so pasti,,,,di tambah lagi tukang ojek
4. pembangunan ke lokasi khusunya jalan raya pastilah akan baik itu kl pemda juga mau !hahahaaha.....

intinya menurut saya bahwa

intinya menurut saya bahwa tradisi adat tanah toraja harus perlu dilestarikan,sebagaimana daerah pariwisata, agar semboyan orang toraja tidak pudar,,, jd menurut saya apapun ditoraja perlu di jaga,,,,

Klo menurut saya sabung ayam

Klo menurut saya sabung ayam tidak perlu dijadikan budaya,tidak akan ada gunanya....

asal tdk pake duit yaaaaa

asal tdk pake duit yaaaaa bolehlahhhhhhhhhhhhhh

mungkin kita harus kembali

mungkin kita harus kembali ke masa nenek moyang tempo hari tentang" si manuk londong" atau apakah namanya....

legalkan lebih baik

Masalah sabung ayam sdh bgt lama jadi topik pembicaraan dlm masyarakat, khususnya dlm lingkup Gereja, Pemerintah daerah, bahkan dari kalangan pemerhati Toraja dari rantau.Sy ingat dulu ketika Bupati Tarsis hampir berhasil menghalau para pelaku sabung ayam ke pelosok-pelosok tapi toh gagal juga.Knp? karena yang membangkitkan sabung ayam kembali adalah orang2 yang merasa diri mampu dan mau didaulat sebagai orang yang punya strata sosial yg tinggi, dgn mengatasnamakan adat.Dilain sisi,bibir-bibir para pendeta dan penatua mgkn sdh jenuh mengumandangkan larangan judi dan sabung ayam, pemerintah jg mgkn sdh jenuh main petak umpet, khususnya para pihak keamanan. dan yang lebih tragis, ada beberapa org dari pihak kepolisian yg jd korban. Kasihannn! Nakua kada Toraya : Mate nalessak dikka' tedong.Walaupun secara jujur kita harus acungkan jempol dan memberikan penghargaan kpd pihak korban.Tp dikalangan masyarakat yang tanda kutip pelaku judi tsb.sepertinya ada kepuasan tersendiri bahkan penuh dgn senyum kemenangan.Dan masih banyak lagi peristiwa2 yang lain dan kontraversi yg tdk dpt dihitung.
SOLUSI.....Lokalisasi saja judi dan sabung ayam,jadwalkan kira2 berapa kali dalam sebulan,atau 3 bulan,atau 6 bulan,atau 1 tahun.Perketat aturan mainnya termasuk larangan buat anak sekolah,batasan umur, berapa kali ayam disabung pada hari itu, pajak masuk dan pajak setiap ayam disabung,
Sangsi buat PNS,Pendeta,Penatua,dan tokoh2 masyarakat dan tokoh2 agama lainnya yg terlibat. DLL. Yakin...Judi dan sabung ayam akan tertib dan seluruh masyarakat akan merasa aman, tentram.Aparat dan Pemerintah bisa
konsen dalam mengemban tugas masing2.Apa bedanya dengan Las Vegas, Singapura, Bali, Macau dan beberapa tempat lain di dunia.Soal Iman, masing2 kita yang pertanggungjawabkan dihadapan TUHAN. Yang salah kalau kita tdk pernah menghimbau dampaknya kpd Masyarakat. Salama'.

setuju liu na' to. (y)

setuju liu na' to. (y)

Dengan dasar apa kita mau

Dengan dasar apa kita mau melegalkan sabung ayam di Toraja?
Atas nama budaya?
Memangnya saat ini kita semua sudah sepakat kalau sabung ayam adalah suatu "budaya" yang telah menjadi warisan budaya Toraja sejak dahulu kala?
Saya ingin mengajak kita untuk menempatkan pengertian budaya pada posisi yang sebenarnya-bahwa budaya adalah suatu/karya pencapaian luhur-agung manusia dalam hidupnya.
Bertitik tolak dari prinsip bahwa budaya adalah sesuatu karya yang mengandung nilai luhur, agung dan mulia maka mari kita diskusikan apakah kebiasaan sabung ayam juga mengandung nilai-nilai :luhur,mulia dan agung sehingga layak disebut sebagai suatu budaya?(budaya Toraja)ataukah sabung ayam hanyalah suatu kebiasaan perjudian yang terus dipertahankan karena adanya keuntungan materil bagi segilintir orang?

Judi sabung ayam mau

Judi sabung ayam mau dilokalisasi di Toraja?
Apa di bawa ke mana negeri leluhur kita ini?
Mau ke Genting kra, ke Macao atau ke Las Vegas?nya Indonesia
Sekalian nantinya akan menyusul lokalisasi prostitusi?
Karena Prostitusi dan Judi adalah dua hal yang tidak pernah terpisahkan baik di Macao,Las Vegas maupun di gang dolly surabaya.
Persoalan2 ini yang harus kita pikirkan secara mendalam sebelum memutuskan suatu kebijakan tentang judi sabung ayam. Karena kebijakan tentang judi sabung ayam akan berimbas pada aspek kehidupan masyarakat Toraja, antara lain :
Aspek Moral/Religus :Akan membuat masyarakat Toraja menjadi orang tidak berbudi dan menanamkan sikap ingin kaya-menang dengan jalan pintas tidak usah bekerja keras/sekolah untuk dapat sukses/menang tapi cukup memelihara ayam saja dan nantinya ayamlah yang bekerja keras sampai mati untuk kita(tidak manusiawi). Di sisi religius sabung ayam akan menjauhkan masyarakat Toraja dari ajaran agamanya. Karena agama secara tegas telah menyatakan judi adalah dilarang karena itu adalah dosa yang harus dihindari. Dan nantinya para penjudi bukan menghindari dosa tetapi akan menghindari gereja bagi yang beragama kristen.ini karena adanya pertentangan nilai pemahaman tentang judi.Ini fakta yang dari dulu sampai sekarang terjadi di masyarakat:pada hari minggu mereka lebih memilih pergi ke tempat judi sabung ayam dari pada beribadah ke gereja.
Aspek Sosial:Judi sabung ayam akan merusak tatanan sosial dalam masyarakat Toraja. Belajar dari sejarah tentang akibat negatif yang ditimbulkan oleh kebiasaan perjudian seperti: adanya perbudakan (kaunan) salah satunya disebabkan oleh kebiasaan berjudi.Bagi para penjudi yang telah kehabisan barang berharga(Emas,uang dll) maka yang dipertaruhkan adalah manusia yang kadang kala berasal dari kerabatnya(biasanya perempuan) sendiri.Dan keturunan dari manusia yang dijadikan taruhan ini akan menjadi budak(Kaunan) bagi pihak yang menang dalam perjudian.
Dalam era moderen saat ini pertaruhan manusia dalam judi pasti akan terjadi dengan konteks yang lain:
-bagi seoarang kepala keluarga yang menjadi penjudi maka yang dipertaruhkan adalah kehidupan keluarganya:perceraian, masa depan(pendidikan) anak-anaknya yang tidak pasti.
Aspek Ekonomi:Perputaran uang di arena judi yang sangat besar dan cepat tetapi tidak menghasilkan sesuatu karya/barang akan membuat nilai ekonomi uang itu akan semakin menurun dan otomatis produkvitas masyarakat Toraja akan semakin lama semakin menurun dan bangkrut secara individu/keluarga akibat kerugian yang dialami dari kekalahan di arena perjudian.
_Penjudian legal pasti akan melibatkan bandar judi dari segala penjuru di luar Toraja sehingga potensi "Pelarian uang/Modal" sangat besar terjadi bila mereka menang sabung ayam dengan jumlah besar kemudian pulang ke daerah asalnya membawa uang dari Toraja.Walaupun mereka juga datang membawa uang tapi uang itu hanya berputar di arena judi.Nantinya dapat dibayangkan berapa besar jumlah dana masyarakat yang akan terserap dan hangus di arena judi sabung ayam.
-Bagi para pejabat yang menjadi penjudi pasti akan selalu tergiur melakukan tindakan korupsi untuk digunakan modal untuk berjudi dengan taruhan yang besar dan gaji PNS pasti tidak cukup untuk itu. Sehingga yang jadi taruhan adalah nasib rakyat yang dipimpinnya.
-
Aspek Budaya :Akan adanya trend budaya baru yaitu"akan menimbulkan pradigma bahwa acara ritual penguburan orang Toraja tidak "Sah/belum Lengkap/Afdol" tanpa adanya judi sabung ayam. Sehingga akan terjadi "Perlombaan" untuk mengadakan judi sabung ayam pada setiap acara penguburan orang Toraja.
Aspek keamanan dan ketertiban masyarakat:di arena judi perputaran uang sangat cepat sehingga potensi kekalahan dan kebangrutan sangat besar terjadi. Masyarakat yang kalah judi tentu akan membutuhkan uang dalam jumlah lebih besar lagi untuk modal bertaruh berikutnya.Desakan untuk memperoleh uang dengan cepat dalam besar dapat mengakibatkan sebagian penjudi menempuh jalan pintas seperti:mencuri,meminjam uang kepada rentenir, menjual barang(babi,kerbau dll),menggadaikan/menjual tana warisan keluarga dll.Semua ini akan menimbulkan persoalan ancaman keamanan dan ketertiban di masyarakat.
Kalau mau diteruskan tulisan ini, masih sungguh banyak dampak negatif dari kebiasaan berjudi termasuk judi sabung ayam.......
Argumen bahwa judi sabung ayam kalau dilegalkan akan memberi dampak ekonomi bagi pemasukan PAD dari retribusi pajak judi sabung ayam.
Menurut saya berapa pun besarnya jumlah retribusi yang dapat dimasukkan ke kas daerah dari hasil judi tetapi "Nilainya" tidak akan pernah sebanding dengan kemerosotan dan kerusakan:sosial,ekonomi dan budaya yang harus ditanggung oleh masyrakat Toraja nantinya.
Bagi seluruh masyarakat Toraja saya ingin bertanya"apa kita sudah menyaksikan dan merasakan secara luas adanya kebaikan2 yang terkandung dalam judi sabung ayam saat ini.
Diantara kita masyarakat Toraja adakah yang dengan jujur dan berani untuk mengatakan bahwa "saya atau keluarga saya dapat berhasil:menyekolahkan anak-anak,membangun rumah/Tongkonan, mengadakan acara penguburan yang besar karena saya sukses di bidang perjudian?
Bukankah semua hal tersebut(sekolah,pembangunan dll)semata-mata diperoleh melalui kerja keras orang Toraja?
Tetapi kalau pernyataannya dibalik menjadi pertanyaan"Siapakah yang tidak lanjut sekolah,tidak bisa membangun rumah,tidak bisa...dll karena disebabkan oleh kebiasaan berjudi sabung ayam?
Tentu tidak susah menjawabnya karena banyak fakta2 tentang orang2 korban judidi sekitar kita masyarakat Toraja dan mungkin ada diantaranya adalah keluarga atau orang terdekat dari kita.Atau mungkin diri kita sendiri jawabannya?
Jadi saya dengan tegas tidak setuju dan menolak kalau judi sabung ayam mau dilegalkan di Toraja karena saat ini tidak dilegalkan saja sudah banyak dilakukan apalagi mau dilegalkan.
Dan bagi yang mengusulkan untuk dilegalkan saya mengajak untuk membuka hati nurani dan mau terjun langsung ke tengah2 masyarakat(jangan hanya ada di tengah arena judi)dan melihat potret kehidupan masyarakat tempat sering dilakukan praktek judi sabung ayam:Sangat miris menyaksikan anak-anak usia sekolah yang justeru asik dengan ayam pakkurung dibanding buku pelajaran(ini fakta).
Apakah generasi ini yang kita mau wariskan ke depan yaitu genersi penjudi dari Toraja?

tradisi yg baik memang harus

tradisi yg baik memang harus di jaga dan di lestarikan tetapi yang tidak baik harus dihentikan.harus cerdass bung....!!!

untuk apa kebudayaan di

untuk apa kebudayaan di ilegalkan..................................apakah karena uda g' keren ato apakah,ingat budaya itu lahir bukan perkara yang mudah sangmane,tpi mengikuti modernisasi,seharusnya kita berfikir tuk mengembangkan sesuai dengan modernisasi i2,agar bisa menjadi citra kita,jangan pernah menjadi orang yg terpengaruh,saya pikir orang toraja tiADa duanya dalam hal intelektual dan advokasi.........................baxk tuch yg lebih wajib di ilegalkan kayak poker dsb,sabung ayam bukan semata2 karena tradisi tapi itu aladalh alukta toraya

kalau sabung ayam yang tidak

kalau sabung ayam yang tidak menggunakan taruhan uang itu memang ritual "Agama Meman"(Hindu Toraja/alukk todolo).Persoalannya sekarang karena adanya kamuflase yang mengatasnamakan "Warisan budaya" pada hal yang terjadi adalah "Perjudian" yang mau berlindung di balik budaya demi pembenaran untuk melegalkan judi itu sendiri.
Judi sabung ayam di Toraja hanya menguntungkan segelintir orang yaitu:para bandar judi sedangkan yang jadi korban adalah masyarakat Toraja.
Di bali saja yang yang mengenal tradisi sabung ayam "Tajen" juga masih menjadi polemik saat ini karena sudah dianggap judi.
Sabung ayam di Toraja harus dihentikan agar orang Toraja jangan diidentikkan dengan penjudi.Karena kebanyakan sekarang bila terjadi penggerebekan judi sabung ayam di berbagai tempat di indonesia biasanya di situ ada orang Toraja yang ikut main judi

Trus klo judi sabung ayam

Trus klo judi sabung ayam mau dilegalkan jangan lupa materi pelajaran dari TK,SD,SMA dan PT juga ditambahkan dengan mata pelajaran/Kuliah:"Teknik Berjudi sabung Ayam ala Toraja(Mata Kuliah Pakkurung dech)" yang materinya antara lain :
1.Cara memelihara dan meilih pakkurung:
ma'pessik ettek manuk(Kalombi,sarre,batu lappa',batu gunung,batu salu dll).
Massapu Upa manuk(Dipemaurui'ka namawatang).
2.Jenis-jenis manuk pakkurung:pute,bakka',koro,sella',barumbun,dll).Filipin raka pak kampung raka.
3.Allo apa tu allo melona(menang) tiap jenis ayam berdasarkan warna bulunya.
4.Cara Membuat taji dan mattadi.
5.Cara makjambai napatalo tu manukta.
6.Cara maknasu bakke anna mammi' dikande ke pataloki.
7.Cara mangngindan seng keditaloki
8............silahkan ditambahkan sendiri!
saya yakin nanti kalau sudah ada mata kuliahnya maka orang toraja pasti makin pintar yaitu pintar berjudi sabung ayam sehingga tidak akan kalah dengan penjudi dari daerah lain.
untuk staf pengajar/dosennya saya kira kita tidak akan kesulitan karena mungkin banyak para pakar penjudi yang bisa dijadikan dosen/narasumber.
Jenjang pendidikannya bisa sampai s1,s2 atau s3.klo perlu jadi prof jg lebih bagus.
Trus gelarnya bisa pake:SPM(sarjana Passaung Manuk),SPA(sarjana Penjudi Ayam),...........?
Dan klo ini bisa diwujudkan saya jamin Toraja pasti akan terkenal seluruh dunia sebagai saah satu tempat judi di dunia.
dan masyarakat nantinya tidak usah pergi merantau cari pekerjaan/melanjutkan pendidikan tapi cukup tinggal di kampung pelihara ayam pakkurung lalu dijual pada penjudi yang akan berdatangan ke toraja......!!!
Pekutana :"Lako siulu' sang Torayaan Meloraka laditiro ke ladipasusi te kusanganna tu tondakta Toraya? Iya na tasanga meloi kua tatarimami tu paramisi/sabung ayam na legal lan Tondokta Tondok toraya. Apa iyake tasanga kadake te kusanganna,Maikomi anta sangkutu' banne anta ma'kada kumua inang lendu' iya kadake tu disanga massaung manuk saba' launtallanan sia laurusak iya tondokt Tondokta Toraya....."

ayam

tabe'
Sangat tdk setuju,....
Tdk disangkal bahwasanya org toraja gemar memelihara ayam.
Hanya saja dalam sehari-hari orang toraja tidak adil memperlakukan
ayam. maksud saya diskriminasi terhadap ayam....
Ayam jantan diperlakuan istimewa ketimbang betina, apalagi klo bulunya santik, sissikna teratur, tajinya mempangka dan masih banyak lagi yg klo sy menilai itu aneh..
Saya punya saran yg hampir sama tapi disini pemerintah harus terlibat...
Melihat potensi yg ada pemerintah harus giat memfasilitasi warga untuk
menggalakkan peternakan ayam petelur dan ayam konsumsi.
Ini sangat baik mengingat telur dan daging ayan sangat baik untuk
kesehatan..
terimakasih..
max

Sabung ayam dilegalkn di toraja

setujuuuu..asal jgn dijadikan bahan judian....

Tongan Liumo

saya setuju sekali kalau sabung ayam dilegalkan, biar ada tempat resmi buat mengambil uang perantau yg berduit, sekalian buat kayak kasino gituh biar lokasinya lengkap, ada wanitanya juga. jadi kalau mau main tinggal cruuut saja, sekalian tempat buat minum2 jga ... pasti ramai & meriah dech Torajaku ...

judi sabung ayam mau dilokalisasi di toraja

Luar biasa.. Penjabaran yang sangat jelas... Bagi yang tidak pernah merasakan situasi seperti ini di dalam keluarganya, mereka sulit untuk memahami kondisi yang pelik di toraja hingga di pengujung kiamat.
Saat sekarang budaya toraja [tradisional] bukan lagi berada pada transisi budaya modern, tapi sudah pada tataran posmodern. Level yang mengutamakan dominasi hasrat. Ini bukan lagi realitas tapi hiperrealitas. Segala hal sangat didistorsi hingga batasan antara moral dan amoral sangat tipis dan susah diperdebatkan. Bila ayam-ayam itu dipertaruhkan, bukan lagi mereka [ayam-ayam itu] yang dipertaruhkan, tapi pikiran si passaung sudah menyatu ke dalam tubuh, spirit dan karakter si jago untung merobohkan lawan-lawannya [bandingkan dengan ma'pasilaga]. Kedua media itu [ayam dan kerbau],telah menjadi alat penyatuan secara jiwa dan raga. Jadi to passaung dan to ma'pasilaga bertransformasi menjadi makhluk petarung tanpa harus merasakan kekalahan secara fisik, tapi bisa dirasakan secara psikis.
Akibatnya...Psikis orang-orang toraja sudah dipertaruhkan oleh hasratnya sendiri. Sehingga timbul ketidaksadaran untuk berbuat sesuatu yang menghasilkan [seperti produk]. Coba kita perhatikan barang atau produk-produk yang berada di toraja. Maaf boleh saya tahu apa ada yang asli buatan orang toraja, selain benda-benda seni dan kuliner lama [tollo'pamarrasan na pa'piong]?. Ya, paling tidak untuk level masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Setiap ada sesuatu yang mau dibuat [yang aneh-aneh begitu, seperti benda seni], orang tua yang tidak mengerti hasrat/minat anak lalu mengatakan, "Apa toda mugaraga tu. Tae'raka jaman senga'". Bagaimana bila akhirnya mereka mencari pekerjaan lain seperti judi -salah satu keahlian yang luar biasa dalam film God of Gambler-?.Sementara hasrat mereka sudah diberi rambu-rambu hingga tangan mereka sukar untuk digerakkan?. Bukankah seni sudah menjadi bidang yang sulit tersentuh dan diamini oleh orang-orang yang ingin cepat kaya?.
Boleh saya bertanya, berapa banyak warnet [warung internet] dan game station di [toraja utara dan selatan] saat ini?. Seberapa sering dan apa tujuan anak-anak, saudara, orang tua atau anda mengakses internet tanpa tujuan yang jelas?. Pada dasarnya adalah perburuan hasrat. Main game berjam-jam membuang waktu,berjudi via internet, mengakses film porno,facebook sampai berlarut-larut hingga berdiskusi seperti ini tanpa ada tindakan konkrit. Lalu apa yang lebih baik dari massaung, ma'pasilaga sola ngenet [akses internet kata orang Jogja]?.
Bukankah kalau kita sudah kecanduan, realitas sudah menjadi hiperrealitas?.
Jadi menurut saya, mari kita berproduksi secara sehat. Produksi pikiran seperti buku/tulisan dan benda-benda yang bisa kita jual dari kreativitas orang toraja.
Semangat terus to toraya..