Quo Vadis Aluk Todolo? (Mau Kemana Aluk Todolo?)

Aluk Todolo sebagai kepercayaan leluhur suku toraja merupakan salah satu warisan yang berharga, dalam hal tradisi dan budaya. Bisa dikatakan, kekayaan tradisi dan budaya toraja sebenarnya berasal dari kepercayaan Aluk Todolo.

Namun perkembangan dan penyebaran agama di wilayah Toraja semakin membuat penganut dan praktek tradisi dari Aluk Todolo terpinggirkan, tersingkirkan. Aluk todolo dianggap tidak lagi relevan bahkan cenderung bertentangan dengan kepercayaan kristiani, katolik, dan islam dianut warga toraja saat ini.

Bagaimanakah seharusnya sikap masyarakat toraja terhadap warisan leluhur ini? Apakah aluk todolo masih akan mendapat tempat untuk sekadar bertahan dalam perubahan yang terus terjadi?

Comments

sumbang suara

sebuah kepercayaan dan keyakinan, Seperti Aluk Todolo bisa menciut dan juga bisa mengembang. tergantung tngkat penerimaan orang-orang yg bersentuhan dengan keyakinan atau kepercayaan tersebut. kalau sistem kepercayaannya itu rasionil pasti tetap akan bertahan bahkan akan berkembang. tapi kalau irrasionil sudah pasti akan ditinggalkan oleh orang-orang modern........

Aluk Todolo

sebagai orang Toraja saya mendukung terbukanya ruang diskusi mengenai Aluk Todolo, warisan leluhur kita. Kita sekarang mungkin sebagian besar tidak lagi memeluk aluk todolo. Tetapi tidak dapat disangkal bahwa kita adalah produk-produk aluk todolo. Dan dari kisah-kisah orang tua kita, kita tahu bahwa banyak hal-hal baik yang terkandung dalam aturan-autran lisan aluk todolo. Bahkan aluk todolo pernah menjadi tali pengikat masyarakat toraja yang begitu kuat, bahkan menjadi landasan kesatuan sang torayan yang sangat kokoh sehingga kemanapun orang toraja pergi akan selalu ingat kampung halaman, dan rindu untuk kembali kesana. Ikatan batin yang Sangtorayan yang begitu kokoh tentu saja antara lain adalah buah-buah dari tempaan aluk todolo itu. Karena itu kita patut prihatin bila aluk todolo itu kini nyaris lenyap diterpa arus dunia modern. Maka mari kita pikirkan bersama warisan leluhur yang begitu berharga ini. Mumpung masih ada yag tersisa dan masih ada orang-orang tua yang bisa bercerita untuk kita.
Tabe'. Domin.

saya pun setuju bila ada

saya pun setuju bila ada diskusi soal Aluk todolo. memang benar bahwa sebagian orang Toraja sudah menerima baptisan tetapi itu tidak berarti bahwa segala hal yang berhubungan dengan kepercayaan leluhur Aluk Todolo dotinggalkan bergitu saja, selalu ada ruang untuksaling memperkaya.

tunggu kami dari mahasiswa

tunggu kami dari mahasiswa alukta, yang akan berjuang melanjutkan kepercayaan aluk todolo, sabarr ja kami masih dirantau orang,,, suatu sat kami akan kembali dengan jiwa san Dewata...

Aluk todolo masih perlu di

Aluk todolo masih perlu di lestarikan karena itu adalah budaya toraja, leluhur kita di ikat dalam kebersamaan dan persaudaraan dari aluk todolo. Misa' kada dipotua pantan kada di pomate salah satu semboyan leluhur kita yang masih sangat menjiwai karakter orang toraja. Banyak ungkapan-ungkapan leluhur toraja nota bene adalah aluk todolo yang masih mengikat dan menerpa kita orang toraja baik perantau maupun yang tinggal di toraja. sehingga kebersamaan, persaudaraan masih sangat melekat pada diri orang toraja. dan kerinduan ingin kembali kekampung halaman juga merupakan hal yang di wariskan oleh leluhur kita. oleh sebab itu aluk todolo perlu diberikan ruang tertentu di dalam tatanan kehidupan kita di alam kehidupan modern seperti sekarang ini. sehingga tidak hilang begitu saja. Tabe' kurre.

Aluk Todolo adalah konsep

Aluk Todolo adalah konsep hidup manusia dalam kerajaan allah di bumi. hanya saja ajarannya sdh banyak dipahami secara ritual.

dahulu kala Toraya bukanlah suatu suku tapi penamaan kepada orang2 yang berada di midden celebes (bagian tengah pegunungan). Wilayah orang2 To raya sangat luas, mulai dari enrekang sampai Palu, dimana didiami oleh To maka, To masa, To Duri, To Lebang, To Lamunre, To Boejau, To Seko, To Lebang, To Napu, To Langkea, To Tae, To Kea, To Rongkong, To Baue, To Woti, To Mata, To Taipa, To Konre, To Mori, To moni, To Pammona, To Rea, To Laki, To Wana, To Tambe'e, To Kalaena, To Pebato, To bada, To Lala dll. yang memiliki dialek bahasa yang mirip.

Komunitas-komunitas tersebut berasal dari To Pongko yang melahirkan 2 komunitas besar yang bernama to Riu yaitu komunitas yang mendiami sekitar danau sebagai mata pancaharian petani dan To Liu yaitu komunitas yang mendiami disekitar pantai sebagai mata pencaharaian nelayan.

To raya ini terbagi 3 komunitas yaitu Toraya bagian Selatan, Tengah dan Utara, mereka adalah salah satu komunitas terbesar yang mendiami Sulawesi, Namun sayang sejak kolonialisme, mereka dipecah belah dan di adu domba, sehingga komunitas yang tadinya di sangat kuat menjadi komunitas yang lemah. Akibat perpecahan ini tatkala orang-orang dari bagian Selatan Sulawesi melakukan invasi untuk mempeluas wilayahnya ke daerah Toraya (midden celebes), itulah yang kita kenal dengan perang Toraya/ Troya/ Troy. Jadi pertikian di Poso bukanlah masalah agama, tapi pertikaian yang sudah mengakar secara turun temurun. Puncak Perang terbesarnya dahulu terjadi di sebelah timur danau Matano, dimana lokasi peperangan itu diabadikan dengan diberi nama Petea ( Tempat pertempuran). Akibat kekalahan To Raya inilah, akhirnya setengah wilayah mereka mulai enrekang sampai sarawako masuk wilayah sulawesi selatan. (Ingat saudara-saudara banyak sejarah yang direkayasa oleh antek2 kolonialisme dahulu kala).

Komunitas To raya ini dahulu memiliki 3 Pemerintahan besar yang bernama Mokole Baue Bunta yang berpusat di Langkea (Malangke) Untuk Toraya bagian Selatan, Mokole Rahampu'u yang berpusat di Mata (Matano) untuk Toraya bagian Tengah, dan Mokole Pammona yang berpusat di pinggir danau poso untuk Toraya bagian utara, dan pusat pemerintahannya berada di Mekong (Mekongga) bagian Tenggara. Inilah yang dikenal dengan Rumah Tongkonan terbagi 3 dan ada sumur tempat mengambil air suci (ajaran Tuhan). Jadi asal usul orang Toraja menurut sejarah yang ada yang katanya berasal dari Yunan tidaklah benar, tapi asal usulnya berasal dari Mekong (mekongga sulawesi tenggara sekarang).

Ketiga Mokole tersebut titik lokasinya berbentuk segitiga (Gunung besi/pegunungan verbeck/segitiga bermuda) yaitu suatu kekuatan yang memiliki pasukan perang yang tidak ada tandingannya pada masanya.

dikatakan aluk todolo karena

dikatakan aluk todolo karena org blum beragama (animisme)...sekarang org sdh beragama..sy kira formnya tetap sj dilestarikan.. contoh aluk rambu solo/tuka dengan ma'badong..syairnya skrng sdh syair pujian dr ayat2 Alkitab..upacara syukuran panen sekarang sdh menjadi agenda gereja...dan banyak lagi..artinya aluk/budaya tetap ada (ma'badong, aluk syukuran panen, mangrara banua dll)dengan transformasi ke keimanan kita sekarang ini..perlu diingat bahwa toraja tetap ada samapi sekarang karena aluk/budaya yg tetap dilestarikan..klo aluk/budaya hilang yakinlah bahwa toraja jg akan hilang...

ahli waris

aluk todolo diatas yg d artikan sbgai kepercayaan warisan leluhur dikatakan cikal bakal tradisi budaya toraja..
1. Bgmn shrusx ahli waris.. Ahli waris ya shrusx brtindak sbgai ahli waris.
2. Apkh ada t4 untuk skdr brthn.. Ada. Jika itu benar mrpkn cikal bakal tradisi budaya toraja, mk akn trus menyisip d dlmx. Ttp telah melenceng dr akarx atas dalih kepentingan tertentu.

budaya toraja adalah

budaya toraja adalah kristalisasi dari aluk todolo kalo budaya bertentangan dengan firman apapun alasannya harus ditinggalkan

Sejarah dibuat oleh pemenang

Sejarah dibuat oleh pemenang perang adalah realisme sejarah. Sejak masuknya penjajah Belanda di bumi toraja, aluk todolo menjadi inspirasi perlawanan penjajah. Sejak itu, penjajah belanda menggunakan agama kristen (zending) sebagai senjata untuk mempertahankan kekuasaannya karena para pejuang menggunakan aluk todolo sebagai dasar perjuangan. Puncaknya adalah dengan fitnah kepada para pejuang kemerdekaan Toraja yg dituduh membunuh misionaris zending untuk melemahkan perjuangan. Mereka yg kemudian dituduh adalah para sahabat pong tiku, yang masih melanjutkan perjuangan sepeninggal kematian pong tiku.

apa fakta2 sejarahnya kalau

apa fakta2 sejarahnya kalau orang toraja berjuang di landasi aluk todolo?

alukta

Siulu'ku,

Sediki defenisi Aluk todolo, Aluk = keyakinan / agama sedangkan
Todolo = orang2 terdahulu.
Sekarang sdh banyak pergeseran shg masyarakat toraja hamper
98 % sudah beragama resmi.
Hakikatnya sama yaitu mengandalkan satu pribadi tangguh dan
Maha kuasa yg mengendalikan alam semesta dan tatanan hidup
Didalamnya.
Mari kita lebih positif menyikapi tradisi aluk todolo yg masih
Exist sampai sekarang. Disini diperlukan sikap kritis kita
Memilah milah satu dan yg lain.
Sedikit lagi mengenai kebudayaan adalah kebiasaan2 lama yg
Dianggap perlu untuk dilestarikan karena dianggap berguna bg
Kesejahteraan hidup masyarakat tertentu.
Dalam kekristenan, budaya adalah karunia Tuhan shg wajib
Untuk dijaga dan dilestarikan, dan ini tdk bias dipisahkan krn
Budaya dan keyakinan bejalan seiring.
Saya lahir dan besar diperantauan tapi sebagai Torajanese
Saya bangga dengan tradisi atau budaya toraja yg selalu diper-
Bincangkan orang2 bukan toraja.

max,batam

sebelum bicara lebih jauh

sebelum bicara lebih jauh tentang Aluk Todolo,pahami dulu apa yang dimaksud "Aluk dan Pemali"?.skg ini sbagian besar orang toraja sering rancu dan kacau dalam memahami ke dua kata tsb.kemudian agama yg dianut leluhur toraja dahulu itu namanya :Agama Meman,istilah aluk to dolo muncul belakangan.jadi sebenarnya nama agama leluhur kita itu bukan aluk todolo tapi adalah"Agama Meman"

Pengertian Budaya, Tradisi dan Kepercayaan

Kayaknya diskusinya gak teratur.
Sebelum melanjutkan diskusi ini, kita seharusnya membedakan pengertiuan budaya, tradisi dan kepercayaan.
Jika mengetahui dengan pasti apa itu pengertian kebudayaan maka kita akan mengambil kesimpulan bahwa tradisi dan kepercayaan adalah bagian dari kebudayaan sehingga dapat dikatakan bahwa Aluk To Dolo (agama orang dulu) lahir dari proses budaya Toraja. Bukan Aluk To Dolo yang membentuk budaya dan tradisi toraja.

Selamat berdiskusi.

.. tergantung sebenarnya

.. tergantung sebenarnya sudut pandang .. ketika kita bicara aluk todolo, kita bicara bukan hanya rambu solo' .. sebelum datangx sistem kepercayaan monoteisme di toraja, aluk & ada' tidak bsa dipisahkan, ktika seseorang menjalankn ada' ia sebenarx jg sdh menjalankan aluk ..
.. kondisi skrg, terjadi pemisahan antara aluk & ada',. yg terpinggirkn sebenarx aluknya tapi ada'nya tetap dijalankn .. bahkan gereja tlh mencampuri urusan ada' tsbt ..
.. klo mau jujur, sebenarx ada nilai & perilaku dlm ada' & aluk toraja yg bsa memperkaya perilaku umat beragama yg ada d toraja ..

Agama meman?

Saya orang Toraja asli. Baru kali ini aku dengar agama leluhur toraja bernama MEMAN. Kalo bole tau sumbernya dari mana?
Sepertinya pemahaman kita dalam diskusi ini mengenai budaya toraja bersifat statis. Padahal menurut para budayawan budaya bersifat dinamis. selalu berubah dari zaman ke zaman. Salah satu unsur (7 unsur menurut kuncoroningrat) dalam kebudayaan adalah sistem religi. Di toraja sistem religi sangat menonjol sehingga jika berbicara budaya toraja orang akan selalu bicara aluk (agama leluhur toraja. Soal agama kristen mempengaruhi budaya toraja (termasuk aluk) itu hal yang sangat alami karena pelaku budaya toraja sekarang adalah penganut kristen bukan penganut aluk todolo.

Pengertian kebudayaan (KBBI):
1.hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia spt kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat; 2 Antr keseluruhan pengetahuan manusia sbg makhluk sosial yg digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya dan yg menjadi pedoman tingkah lakunya;

Pengertian Adat:
1 aturan (perbuatan dsb) yg lazim diturut atau dilakukan sejak dahulu kala: menurut -- daerah ini, laki-lakilah yg berhak sbg ahli waris; 2 cara (kelakuan dsb) yg sudah menjadi kebiasaan; kebiasaan: demikianlah -- nya apabila ia marah; (pd) -- nya; 3 wujud gagasan kebudayaan yg terdiri atas nilai-nilai budaya, norma, hukum, dan aturan yg satu dng lainnya berkaitan menjadi suatu sistem;

Pengertian tradisi:
1 adat kebiasaan turun-temurun (dr nenek moyang) yg masih dijalankan dl masyarakat; 2 penilaian atau anggapan bahwa cara-cara yg telah ada merupakan yg paling baik dan benar:

lestarikn budaya sbg daya

lestarikn budaya sbg daya tarik wisatawan kan bangga sbg org toraja n ingat toraja dikenal krn adat dan budayax,kl tdk mampu ya diam aja,dsnilah kita ma"perapi lako tosugi"(kumande prey)ok

komunde mannna natannga'

kumandemanna pale' mutangnga'

Komentar diatas ini semakin

Komentar diatas ini semakin tidak jelas ,anda harus banyak belajar lagi untuk menemukan misteri Tuhan didalam Aluk Todolo, terima kasih.

langsung ke TKP aja

langsung ke TKP aja yaaa...
saya tidak memberi saran atau kritik. "bukan maksud mengarami lautan apalagi mengajak bebek berenang". tp saya mencintai, meyakini, dan bahkan bagian dari Aluk Todolo yang mau belajr menjawab pertayaan di atas.

mau kemana aluk todolo? kalau menrut saya Aluk Todolo, tetap di toraja, tetap dihati orang toraja, dan penganutnya ya orang2 primitif semua. mengapa demikian? aluk todolo tidak mengenal sistem 'misionaris' seperti agam kristen, katolik, dan islam, tapi aluk todolo menghargai pluralisme dan Hak Asasi Manusia, termasuk diantaranya adalah Hak berkeyakinan. oleh karenanya penganut alukta tidak bertambah yg ada berkurang, karena aluk todolo memberi kebebasan kepada umat manusia, jika masih yakin dan percaya dengan leluhurnya... ya silakan tetap jd orang primitif dan penganut animisme, ini menurut orang yang berusaha menghilangkan kepercayaan leluhur. tp menurut saya aluk todolo adalah universal, fleksibel, dan merupakan agama asli toraja, bukan agama impor seperti agama lain di impor dari Roma ke indonesia, sampai di indonesia pecah lagi menjadi dua dan selanjutnya pecah berkeping2.

Belum mengerti dia, ya a,

Belum mengerti dia, ya a, banyak-banyaklah belajar,mendengar melihat dll, sehinggah wawasannya luas agar tidak asal bunyi. sehinggah makin santun. padamoto dolo.

Baca buku "Reinterpretasi &

Baca buku "Reinterpretasi & Reaktualisasi Budaya Toraja" untuk solusi permasalahan di atas....

Aluk Todolo

maaf baru liahat postingya

saya akan bahas postingnya yang sangat keliru dann menyesatkan orang
toraja pada saat ini yang mukin hanya mengerti sedikit tentang toraja

Aluk Todolo adalah konsep hidup manusia dalam kerajaan allah di bumi.
hanya saja ajarannya sdh banyak dipahami secara ritual.

dari tulisa diatas sudah sangat meyesatkan tentang konsep aluk todo
kita bisa liahat tulisan anda, anda pastilah bukan orang kristen yang
yang tidak mengetahui cara menuturkan kata secara kristen maupun orang
alakut todolo.

------------------------------------------------------------------------------------

dahulu kala Toraya bukanlah suatu suku tapi penamaan kepada orang2 yang
berada di midden celebes (bagian tengah pegunungan).
Wilayah orang2 To raya sangat luas, mulai dari enrekang sampai Palu, dimana
didiami oleh To maka, To masa, To Duri, To Lebang,To Lamunre, To Boejau,
To Seko, To Lebang, To Napu, To Langkea, To Tae, To Kea, To Rongkong, To Baue,
To Woti, To Mata,To Taipa, To Konre, To Mori, To moni, To Pammona, To Rea,
To Laki, To Wana, To Tambe'e, To Kalaena, To Pebato, To bada,To Lala dll.
yang memiliki dialek bahasa yang mirip.

dari tulisan anda ini bisa dinyatakan anda tidak punya referesi cara tentang
cara mengerti bahsasa toraja dan turuanan bahasa toraja

-----------------------------------------------------------------------------------------------

Komunitas-komunitas tersebut berasal dari To Pongko yang melahirkan 2 komunitas
besar yang bernama to Riu yaitu komunitas yang mendiami sekitar danau sebagai
mata pancaharian petani dan To Liu yaitu komunitas yang mendiami disekitar pantai
sebagai mata pencaharaian nelayan.

dari tulisan diatas anda bisa ditafsirkan sebagai orang luwu yang ingin mencari jati diri
sehingga mengkat to pongko sebagai turunan toraja
----------------------------------------------------------------------------------------------

To raya ini terbagi 3 komunitas yaitu Toraya bagian Selatan, Tengah dan Utara,
mereka adalah salah satu komunitas terbesar yang mendiami Sulawesi, Namun sayang
sejak kolonialisme, mereka dipecah belah dan di adu domba, sehingga komunitas yang
tadinya disangat kuat menjadi komunitas yang lemah. Akibat perpecahan ini tatkala
orang-orang dari bagian Selatan Sulawesi melakukan invasi untuk mempeluas wilayahnya
ke daerah Toraya (midden celebes), itulah yang kita kenal dengan perang Toraya/ Troya/ Troy.
Jadi pertikian di Poso bukanlah masalah agama, tapi pertikaian yang sudah mengakar
secara turun temurun. Puncak Perang terbesarnya dahulu terjadi di sebelah timur
danau Matano, dimana lokasi peperangan itu diabadikan dengan diberi nama Petea
( Tempat pertempuran). Akibat kekalahan To Raya inilah, akhirnya setengah wilayah
mereka mulai enrekang sampai sarawako masuk wilayah sulawesi selatan.
(Ingat saudara-saudara banyak sejarah yang direkayasa oleh antek2 kolonialisme dahulu kala).

Dari tulisan anda diatas anda ingin mengaburkan suku toraja yang banyak ditulis oleh belanda
tetapi anda mempunyai pandangan sempit sehingga yang jadinya menghidar/ngeless/lecceng.
dengan menuduh belanda, sampai mengabil perbandingan toraja/Troya/Troy

------------------------------------------------------------------------------------------------
Komunitas To raya ini dahulu memiliki 3 Pemerintahan besar yang bernama Mokole Baue
Bunta yang berpusat di Langkea (Malangke) Untuk Toraya bagian Selatan, Mokole Rahampu'u
yang berpusat di Mata (Matano) untuk Toraya bagian Tengah, dan Mokole Pammona yang
berpusat di pinggir danau poso untuk Toraya bagian utara, dan pusat pemerintahannya
berada di Mekong (Mekongga) bagian Tenggara.

dari tulisan diatas anda bisa kita lihat bahwa anda ingin menulis cerita tentang lagaligo
dan kerajaanya yang sempat memindahkan di 3 tempat yang berbeda, lagaligo adala turunan toraja
yang bukan seperti paparkan bahwa to pongko mempunyai turunan bernama suku toraja ini kan sangat
bertentangan contoh lagaligo to pongko maskan mempunyai turunan toraja yang ada adalah toraja
adalalh asal muasal dari lagaligo.
------------------------------------------------------------------------------------------------
Inilah yang dikenal dengan Rumah Tongkonan terbagi 3 dan ada sumur tempat mengambil
air suci (ajaran Tuhan).
anda ingin menyamakan 3 kepemerintahan yang dimilki toraja dengan 3 kerajaan yang dimilki raja luwu
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jadi asal usul orang Toraja menurut sejarah yang ada yang katanya berasal dari
Yunan tidaklah benar, tapi asal usulnya berasal dari Mekong (mekongga sulawesi tenggara sekarang).

tulisan anda ini sangatlah memaksakan kehendak sehingga mengarang terlalu jauh tentang suku toraja
kenapa anda tidak menuliskan bahwa torja itu sala satu keturnan suku meko yang beruba menjadi mekonga
yang mana menjadi tempat asal muasal orang toraja ( " Meko(ng) berubah karna bahasa bugis kemudian karna
peradaban lain merubahnya menjadi mekongga.)
padahal buanya yang dimiliki oleh kedua peradaban yang diatas adalha peradban yang sanat mudah
ini artinya pembelokan suatu budaya baru dimasukan ke budaya yang lebih tua
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Ketiga Mokole tersebut titik lokasinya berbentuk segitiga (Gunung besi/pegunungan
verbeck/segitiga bermuda) yaitu suatu kekuatan yang memiliki pasukan perang yang tidak
ada tandingannya pada masanya.

dari tulisan ini menceritakan keuatan dari tiga titik kerjaan lagaligo.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

dari semua yang saya liahat adalah anda ingin mengkelem bahwa toraja adalah turunan to pongko tetapi
itu semuanya alah salah besar, saya sangat kagum dengan anda yang pintar sekali membolak balikan fakta
yang ada dan ingin memaksan kehendak untuk mendapt tujuan tertentu, tetpi tidak medaptkan pemikiran yang
sehat sehingga dengan seraka anda menuliskan cerita yang melenceng dari sebenarnya, sehinnga dengan mudah
terbongkar. karena anda salah masuk blok tidak mengerti judul dari blok ini malah mebelokannya misalnaya
peradaban yang anda bawah adalah peradaban yang sangat mudah tetapi dipaksan pada peradaban
yang tua, untuk mengaku bahwa peradaban muda melahirkan peradaban yang lebih tua.
itu semua tersirat dari tujuan dari penulisan anda diatas.

salah satu peradaban baru yang ada dimiliki oleh orang pongko
tuturkata bahsa pongko memiliki aksara e yang mana lebih kental kitalihat keketalan bahsa e ada disetiap
wilaya tana toraja sangat sangatlah kental tetpi di kekentalan e yang ada di to pongko sangat diragukan sekali
karna mereka hanyalah turundan dari bahsa toraja sehingga kekentalan dari e bahas pongko sangat diragukan

dengan adanya 2 peadaban yang berada di wotu tempat orang pongko, sehingga bahasa yang digunakan oleh orang
pongko mejadi dilematis yang notabene yang mejadi bahasa orang pongko adalah bahasa bugis ini kan naif
itu karena ketidak murni dari bahsa ta'e dari orang pongko.
karena bahasa te'e adalah turunan dari bahasa toraja.

Maaf semua yang anda tuiis itu adalah kesalahan tafsir yang dimiliki orang yang ingin menaikan budaya yang
menumpang nama toraja agar mendapat keuntungan dari hasil yang lebih manis, intinya adalah permainan politik budaya
atau sara

Suatu pendapat dihargai,akan

Suatu pendapat dihargai,akan tetapi anda belum tahu banyak hal,maka banyak-banyaklah belajar ,supaya tidak salah berpendapat. OK

# # # # # # #

Super Keren, ini tempat yang lagi rame banget diposting di Instagram.

Posted by Tamasya.NET on Wednesday, August 26, 2015